Dukung Pekon STBM Pertama Tanggamus, YKWS Gelar Pelatihan Pembuatan Sabun


YKWS mengadakan pelatihan pembuatan sabun di Pekon Campang 3, Kabupaten Tanggamus, Lampung, beberapa waktu lalu. | YKWS

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) mengadakan pelatihan pembuatan sabun di Pekon Campang 3, Kabupaten Tanggamus, Lampung, beberapa waktu lalu. Kegiatan tersebut untuk mendukung Pekon Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) pertama di Tanggamus.

Kepala Pekon Campang 3 Suyadi mengatakan, pelatihan itu salah satu upaya untuk pilar ketiga STBM, yakni cuci tangan pakai sabun. Dia mengimbau masyarakat setempat untuk berpartisipasi dalam menuntaskan limar pilar STBM.

“Ujung tombak gerakan itu ada pada diri masing-masing. Ibu-Ibu punya peranan, bapak-bapak pun sama. Apalagi para perangkat pekon. Saya tidak bisa mewujudkannya sendiri,” kata Suyadi melalui siaran pers dari YKWS yang diterima duajurai.co, kemarin.

Direktur Eksekutif YKWS Febrilia Ekawati menyatakan, pihaknya akan mengentaskan satu per satu pilar STBM di Pekon Campang 3. Termasuk pilar selanjutnya, yakni pengolahan sampah dan limbah cair.

“Melalui lima pilar tersebut, kami semua mencegah terjadinya stunting atau kondisi gagal Tumbuh,” ujarnya.

Dia melanjutkan, berdasar riset kesehatan dasar pada 2017-2018, sekitar 60% penyebab stunting dipengaruhi oleh kondisi buruk sanitasi. Sisanya, karena pola asuh dan asupan gizi. Dalam 1.000 kehidupan pertama, dimulai dari kehamilan untuk mencegah stunting harus melakukan pendekatan sensitive, yaitu dengan memperbaiki sanitasi di rumah.

“Kami optimis bahwa Pekon Campang 3 bisa menjadi pekon percontohan STBM. Sehingga, pekon-pekon yang lain tidak perlu jauh ke Banyuwangi untuk belajar tentang STBM,” kata dia.

Dalam pelatihan tersebut, YKWS menghadirkan dua pemateri dari Kabupaten Pringsewu. Mereka adalah Edy dari Paguyuban Jamban Sewu, serta Veriana Kurnia Sari, usahawan yang berhasil memproduksi sabun sendiri. Mereka mengajari peserta tentang cara membuat sabun cuci tangan dan sabun cuci piring.

“Biaya produksi sendiri terbilang mahal, kecuali gotong royong. Jadi, lebih murah untuk bisa memproduksi sabun,” kata Veriana.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Nunik Dorong Biro Kesra Perkuat Program Pemberdayaan Kesejahteraan Sosial-Keagamaan

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim mendorong Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) memperkuat …