Cegah Korupsi, Wagub Lampung Nunik Bangun Sinergi dengan KPK


WAKIL Gubernur Lampung Chusnunia Chalim foto bersama KPK dan Tim Korsupgah di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Senin, 1/7/2019. | Humas Pemprov Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Chusnunia Chalim alias Nunik membangun sinergi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Tim Koordinasi Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah). Sinergisme itu dalam rangka pencegahan korupsi di lingkungan pemerintah se-Provinsi Lampung.

Hal tersebut disampaikan Chusnunia saat audiensi antara KPK dan Korsupgah dengan seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) se-Provinsi Lampung. Audiensi itu berlangsung di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Senin, 1/7/2019.

“Kehadiran KPK beserta Tim Korsupgah diharapkan mampu menyatukan langkah dalam upaya pemberantasan korupsi dan mewujudkan clean government dan good governance,” kata dia melalui keterangan tertulis yang diterima duajurai.co.

Sementara itu, Koordinator Korsupgah Dian Patria mengatakan, kehadirannya untuk memberikan pengarahan serta edukasi kepada seluruh pejabat. Pengarahan dan edukasi dimaksud dalam hal menghindari tindak pidana korupsi yang kerap terjadi di lingkungan pemerintah se-Provinsi Lampung.

“Kami di sini siap membantu dan mengarahkan, asalkan semua dapat saling terbuka,” ujarnya.

Terkait permasalahan pengadaan barang dan jasa (PBJ), dalam tiga tahun terakhir Provinsi Lampung masuk dalam zona merah. Hal tersebut merupakan hal yang sangat penting di setiap daerah.

“Meski sudah menggunakan sistem layanan online dalam pengadaan barang dan jasa, Lampung masih banyak intervensi. Artinya, bisa saja institusinya baik, tetapi praktik di lapangan belum banyak perubahan,” kata dia.

Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Roni Dwi Susanto menyatakan, pihaknya kerap mendapatkan banyak laporan dari kabupaten/kota di Provinsi Lampung terkait peretasan dalam proses tender proyek melalui sistem layanan pengadaan secara elektronik (LPSE). Untuk itu, dia minta tim berkolaborasi dengan KPK untuk mengantisipasinya.

“Kami berharap, Lampung bisa menjadi contoh untuk daerah-daerah yang lain dalam memperbaiki sistem. Kami ingin membuat Lampung ini menjadi contoh. Ada bahaya, tapi bisa ditanggulangi bersama pemerintah daerah,” ujarnya.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Akkopsi: Banyak Penduduknya, Lamsel ODF karena Strong Leadership

NATAR, duajurai.co – Direktur Eksekutif Aliansi Kabupaten dan Kota Peduli Sanitasi (Akkopsi) Josrizal Zain mengapresiasi …