Soal Sampah Teluk Lampung, Nunik Pelajari Tata Kelola Sampah Surabaya


WAKIL Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (tengah) saat kunjungan kerja ke Pemkot Surabaya, Jumat, 28/6/2019. Kunjungan kerja itu dalam rangka mempelajari tata kelola sampah Pemkot Surabaya. | Humas Pemprov Lampung

SURABAYA, duajurai.co – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim menindaklanjuti persoalan sampah di Provinsi Lampung dengan mempelajari tata kelola sampah di Pemkot Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 28/6/2019. Kunjungan kerja tersebut sebagai bentuk kepeduliannya terhadap pengelolaan sampah, seperti yang dikeluhkan masyarakat di kawasan pesisir Teluk Lampung, Sukaraja, Bandar Lampung.

“Saya mendengarkan secara langsung keluh kesah masyarakat Lampung akan sampah, khususnya masyarakat di daerah Teluk Lampung. Sampah tersebut menurunkan pendapatan mereka sebagai nelayan. Oleh karena itu, saya melakukan kunjungan kerja ini sebagai upaya dalam meningkatkan tata kelola sampah di Provinsi Lampung,” kata Chusnunia melalui keterangan tertulis yang diterima duajurai.co, kemarin.

Perempuan yang akrab disapa Nunik itu mengatakan, sampah menjadi persoalan bagi setiap daerah. Tanpa pengelolaan yang baik, maka daerah tersebut akan menjadi kumuh dan kotor. Atas dasar itu, dia ingin menjadikan Lampung sebagai provinsi yang memiliki tata kelola sampah terbaik.

“Kami akan menerapkan program reduce, reuse, dan recycle (3R). Dengan menerapkan program 3R secara baik, maka Lampung akan mampu menjadi provinsi dengan tata kelola sampah yang baik, sama seperti halnya Kota Surabaya,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Surabaya Hendro Gunawan menyatakan, penanganan sampah pada masa sebelumnya dilakukan sekitar 75% oleh pihak ketiga. Kini, penanganan sampah secara swakelola oleh dinas terkait. Sehingga, garis perintah tegas dapat langsung disampaikan ke dinas.

Selain itu, Pemkot Surabaya bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dalam membangun Pusat Daur Ulang (PDU) Jambangan dengan menerapkan program 3R. PDU tersebut mampu mengelola 5-6 ton sampah per hari dengan kapasitas maksimum 20 ton per hari.

Pemkot Surabaya juga melakukan penyapuan sampah dan pengangkutan sampah. Lalu, menyediakan fasilitas pengurangan sampah dengan membuat rumah kompos.

“Kemudian, membuat TPST Super Depo Sutorejo, serta melakukan inovasi pengelolaan sampah di pasar, PLTSA, SWAT. Juga memberdayakan masyarakat dengan mengadakan lomba kebersihan dan menyediakan bank sampah,” kata dia.(*)

Baca juga Teluk Lampung Banyak Sampah, Walhi Usul Pasang Jaring di Laut


Komentar

Komentar

Check Also

Demo, PPRL Minta Pemprov Lampung Sampaikan Aspirasi Penolakan Revisi UU Ketenagakerjaan

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pusat Perjuangan Rakyat Lampung (PPRL) berdemonstrasi di kompleks Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, Rabu, …