Anjlok di Jawa, Harga Ayam Potong di Bandar Lampung Stabil


PENJUAL ayam potong di Pasar Pasir Gintung, Bandar Lampung, sedang menunggu pembeli, Sabtu, 29/6/2019. Berbeda dengan daerah Jawa, harga ayam potong di Kota Tapis Berseri terpantau stabil. | Umar Robani/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Harga ayam potong di daerah Jawa dilaporkan anjlok. Namun, tidak demikian di Kota Bandar Lampung. Harga unggas itu relatif stabil.

“Masih normal, satu ekor ayam yang kecil biasanya kami jual Rp50 ribu-Rp60 ribu per kg. Sebab, beratnya sekitar 2-2,5 kg,” kata Sulastri (38), salah satu pedagang ayam potong di Pasar Pasir Gintung, Sabtu, 29/6/2019.

Hal senada disampaikan Doni Setiawan (47), penjual ayam potong di Pasar Tugu. Dia mengatakan, harga ayam potong masih normal setelah Idulfitri. Doni menjual ayam berukuran besar sekitar Rp70 ribu per ekor.

“Kalau (ayam) yang besar itu beratnya ada yang mencapai 3 kg per ekor,” ujarnya.

Peternak ayam mengeluhkan rendahnya harga jual ayam ras yang tak sebanding dengan harga biaya produksinya. Bahkan, sebagai bentuk protes merosotnya harga ayam, Asosiasi Peternak Yogyakarta (Apayo) menginisiasi pemberiaan 5.000 ekor ayam ras gratis kepada masyarakat. Rendahnya harga jual tersebut dirasakan oleh para peternak daerah lainnya.

“Saat ini, rata-rata harga daging ayam ras di tingkat peternak berkisar Rp10 ribu per kg. Sementara, harga biaya produksi mencapai Rp18.500 per kg,” kata Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (Gopan) Sugeng Wahyudi, seperti dilansir Kompas.com.(*)

Laporan Umar Robani


Komentar

Komentar

Check Also

Selisih Mulai Rp1,4 Juta, Ini Beda Toyota Calya Model Lawas dan Baru

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – PT Toyota-Astra Motor (TAM) meluncurkan produk barunya “New Calya” di pasar otomotif Lampung. …