Air Limbah Tinja Mengalir di Selokan, Warga Bakung Ragu Konsumsi Air Sumur 


SEJUMLAH warga di kawasan TPA Bakung sedang bercengkerama, Kamis, 27/6/2019. Warga setempat ragu mengonsumsi air sumur karena air limbah tinja dari TPA Bekung mengalir di selokan permukiman penduduk setempat. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sejumlah warga di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung, Telukbetung Barat, Bandar Lampung, mengaku masih kerap mencium aroma kotoran manusia ketika hujan. Air yang mengalir di selokan sekitar rumah warga merupakan aliran dari kawasan TPA Bakung yang lokasinya lebih tinggi.

“Kalau hujan itu air yang mengalir dari atas baunya luar biasa, parah. Itu bukan bau sampah, tapi bau tinja (kotoran manusia). Airnya berwarna hitam,” kata Maisaroh (26), warga RT 07, Kelurahan Bakung, Kamis, 27/6/2019.

Menurutnya, warga setempat menjadi ragu saat menggunakan air sumur setempat untuk dikonsumsi, seperti minum dan masak. Namun demikian, mereka masih menggunakan air sumur untuk berbagai keperluan rumah tangga lantaran belum ada alternatif lain.

“Sekarang sih saya masih pakai air sumur untuk minum, masak, dan nyuci. Mau beli galon atau langganan PDAM kan boros,” ujarnya.

Selain air limbah tinja yang mengalir di selokan, warga juga mengeluhkan ceceran lumpur tinja di jalan raya dari mobil pengangkut.

“Itu bau sekali, sangat mengganggu kenyamanan warga dan pengguna jalan. Bulan lalu, belasan warga Bakung sudah protes ke pengelola TPA Bakung,” kata dia.

Hal senada disampaikan Sariyanti (33), warga RT 01, Kelurahan Bakung. Meski baru satu bulan tinggal di Bakung, namun dia merasa kurang nyaman dengan aroma tinja dari air yang mengalir di selokan kala hujan.

“Kami berharap, pemerintah (yang berwenang) segera mengambil tindakan. Karena kan bakteri dari tinja itu bisa membahayakan warga,” ujarnya.

Pantauan duajurai.co, beberapa mobil pembuangan lumpur tinja maupun motor pengangkut tinja terlihat membuang lumpur tinja ke lubang galian di lokasi pembuangan sampah. Tidak terlihat mobil atau motor pengangkut tinja yang membuang ke kolam Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) karena memang masih belum berfungsi. Lubang tersebut merupakan lubang yang sama dengan lubang yang pernah diliput duajurai.co, tahun lalu.(*)

Baca juga Lumpur Tinja TPA Bakung Masih Dibuang di Lubang Galian

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Baksos, Komda PGPKT-Keluarga Ismangoen Bersihkan Telinga Siswa SDN 1 Palapa

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Komite Daerah Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (Komda PGPKT) Provinsi Lampung bersama Keluarga …