KPP Pratama Natar-Dinas Koperasi Lamsel Gelar Business Development Service


ACARA Business Development Service bertajuk “Kemasan Memikat Omzet Melesat” di Kantor Dinas Koperasi dan UKM Lampung Selatan, Rabu, 26/6/2019. | Diskominfo Lampung Selatan

KALIANDA, duajurai.co – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Natar berkolaborasi dengan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Lampung Selatan menggelar Business Development Service. Kegiatan bertajuk “Kemasan Memikat Omzet Melesat” itu berlangsung di Kantor Dinas Koperasi dan UKM setempat, Rabu, 26/6/2019.

“Kegiatan itu bertujuan meningkatkan pendapatan pelaku UKM dan daya saing produk usaha UKM di Lampung Selatan,” kata Noviar Akmal, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan UKM Lampung Selatan, melalui keterangan tertulis yang diterima duajurai.co.

Dia berharap, para pelaku UKM di Lampung Selatan dapat memanfaatkan setiap peluang pasar dan terus berinovasi meningkatkan kualitas produk usahanya. Sehingga, dapat menjadi pengusaha yang tangguh.

Menurutnya, sebagai daerah perlintasan yang terkenal dengan julukan Pintu Gerbang Sumatra, Lampung Selatan menjadi daerah yang membuka peluang bagi pelaku UKM untuk membuat usaha. Khususnya, oleh-oleh yang dapat dijadikan cendera mata.

“Jenis usaha makanan kering yang menjadi fokus kami sebagai oleh-oleh. Ini untuk membackup rest area, Dermaga Eksekutif Bakauheni, dan Bandara Radin Inten II. Sebab, kami ingin UKM bisa menjadi tuan rumah di kabupatennya sendiri,” ujarnya.

Dia melanjutkan, peran kantor pajak tidak hanya memungut pajak. Tetapi, juga bagaimana membina dan mendorong pengembangan UKM potensial yang berusaha di wilayah Lampung Selatan secara berkesinambungan. Untuk, dia mengimbau para pelaku UKM memiliki kesadaran dan kepatuhan dalam pemenuhan hak dan kewajiban wajib pajak UKM. Sebab, hasil dari pajak itu akan dikembalikan lagi kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan, atau program-program lainnya.

“Jika usahanya menjadi besar, omzetnya naik, saya minta kesadarannya, sisihkan sedikit untuk pajak. Karena dari pajak itu UKM juga bisa merasakan uang pajak yang dibayarkan. Seperti pelatihan yang dilakukan hari ini, semuanya gratis tanpa dipungut biaya,” kata dia.

Sarwo Edi, Kepala P2 Humas Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Bengkulu dan Lampung, menyatakan, pihaknya mempunyai misi menyamakan persepsi seluruh pelaku UKM untuk mengembangkan usahanya. Salah satu upaya mewujudkan itu melalui program Business Development Service ini. Sebab, pihaknya mendapat tugas bagaimana agar UKM-UKM bisa berkembang dan maju.

Salah satu bentuk dukungan pihaknya kepada UKM adalah dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2018 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu. Peraturan tersebut sebagai pengganti PP Nomor 46 Tahun 2013 yang berlaku efektif sejak 1 Juli 2018.

“Kalau dahulu itu pajaknya 1%, sekarang diturunkan setengahnya menjadi 0,5%. Inilah bentuk keberpihakan kami kepada teman-teman yang berkecimpung di UKM. Untuk itu, mari bergandeng tangan, bersinergi, dan saling bekerja sama,” ujarnya.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Harga Cabai Mahal, Konsumen di Bandar Lampung Kurangi Pembelian

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Harga cabai di pasaran kembali naik. Cabai merah yang semula Rp60 ribu kini …