Versi Panti Raudatul Aitam, Ini Alasan SMAN 3 Bandar Lampung Tolak Anak Panti


SMA Negeri 3 Bandar Lampung di Jalan Khairil Anwar Nomor 30, Durian Payung, Tanjungkarang Pusat. | ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – SMA Negeri 3 Bandar Lampung disebut menolak anak Panti Asuhan Raudatul Aitam saat pendaftaran peserta didik baru (PPDB). Alasannya, anak panti tersebut baru terdaftar dalam kartu keluarga selama tujuh bulan. Sedangkan syarat minimalnya adalah satu tahun.

“Karena baru tujuh bulan terdaftar dalam kartu keluarga. Menurut panitia (PPDB), anak panti kami dianggap tidak masuk zonasi sekolah,” kata Ketua Yayasan Raudatul Aitam Yeni Andriyani kepada duajurai.co di Panti Asuhan Raudatul Aitam, Jalan Abdul Tholib, Gang Jeruk, Gedongair, Tanjungkarang Barat, Selasa, 18/6/2019.

Padahal, lanjut dia, pihaknya telah melampirkan surat keterangan dari panti. Surat keterangan tersebut berisi penyataan bahwa anak yang akan mendaftar tinggal di Panti Raudatul Aitam. Meski begitu, pihak sekolah tetap menolak.

Yeni menyatakan, pihaknya mendaftarkan dua anak asuh di SMAN 3 Bandar Lampung. Keduanya, Siti Khotimah asal Kabupaten Mesuji dan Maulana Ziskulloh dari Kabupaten Tanggamus. Mereka telah tinggal di panti selama tiga tahun.

“Anak panti itu pasti kebanyakan berasal dari luar daerah. Di sini pun (Panti Raudatul Aitam) hanya satu orang dari Bandar Lampung. Lalu, kalau tidak diterima lewat zonasi, bagaimana mereka mau sekolah,” ujarnya seraya bertanya.

Dia menambahkan, pihaknya ingin memasukkan anak asuhnya di sekolah negeri agar mendapat pendidikan yang layak. Dengan begitu, mereka diharapkan menjadi orang yang berkualitas. Selain itu, jika di sekolah negeri sang anak berpeluang mendapat bantuan.(*)

Baca juga Penerimaan Siswa Baru, Anak Panti Raudatul Aitam Ditolak SMAN 3 Bandar Lampung

Laporan Umar Robani


Komentar

Komentar

Check Also

LCT IPS SMA, Peserta Masuk Babak Final Diterima Jadi Mahasiswa Unila

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Rektor Universitas Lampung (Unila) Hasriadi Mat Akin resmi membuka Lomba Cepat …