Beralih Fungsi, Hutan Kota Bandar Lampung Nyaris Lenyap


LAHAN hutan kota di kawasan Way Halim, Bandar Lampung, kini menjadi pusat perbelanjaan, Jumat, 14/6/2019. | Umar Robani/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pembangunan di Kota Bandar Lampung masih belum berorientasi ramah lingkungan. Hal itu setidaknya terlihat dari keberadaan hutan kota yang nyaris lenyap.

Hutan kota di Jalan Sultan Agung, Way Halim, kini beralih fungsi. Di atas lahannya berdiri gedung lima lantai. Padahal, hutan kota menjadi ruang terbuka hijau (RTH) yang berfungsi sebagai paru-paru kota dan aktivitas sosial masyarakat setempat.

Pantauan duajurai.co pada Jumat, 14/6/2019, sebagian lahan taman hutan kota di kawasan Way Halim menjelma jadi pusat perbelanjaan. Separuh lagi masih berupa lahan kosong di Jalan Letjen Alamsyah Rayu Prawira Negara.

Lahan kosong itu tampak ditumbuhi alang-alang. Lokasi tersebut kini ditembok secara keliling. Terlihat pula gerbang setinggi dua meter. Dekat gerbang tersebut terdapat plang yang berisi pemberitahuan akan ada pembangunan.

PLANG berisi pemberitahuan akan ada pembangunan berdiri di lahan hutan kota di kawasan Way Halim, Bandar Lampung, Jumat, 14/6/2019. | Umar Robani/duajurai.co

Doni Saputra (25), salah satu driver transportasi online, merasa seperti kehilangan terkait beralih fungsinya hutan kota. Dahulu, sewaktu sekolah, warga Kota Sepang, Way Halim, itu mengaku sering mengunjungi taman hutan kota. Bersama teman-temannya, dia kerap menghabiskan waktu di sana.

“Dahulu, waktu SMA, sering main ke sini (taman hutan kota). Ramai (warga) di sini pada sore hari,” kata Doni saat menunggu penumpang dekat Transmart Carrefour.

Hal senada disampaikan Dwi Arvilando (24), warga Sukarame. Selain tempat kongko, taman hutan kota memiliki banyak manfaat. Salah satunya, menjaga kualitas udara kota.

“Asyik dahulu joging di sini waktu jadi taman hutan kota, udara segar. Banyak yang joging, apalagi kalau hari libur,” ujarnya.

Enam tahun lalu, muncul petisi yang mengatasnamakan Gerakan Penyelamatan Hutan Kota Bandar Lampung di laman change.org. Petisi tersebut meminta wali kota mengembalikan fungsi hutan Kota Bandar Lampung. Sebab, Bandar Lampung baru memiliki 11% RTH. Sementara, amanat UU 26/2007 dan Perda Bandar Lampung 10/2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah, keberadaan RTH minimal 30%.(*)

Baca juga Perumahan-Objek Wisata Rambah Bukit di Bandar Lampung

Laporan Umar Robani


Komentar

Komentar

Check Also

Sudah 90%, Flyover Untung-RA Basyid Siap Diresmikan Malam Tahun Baru

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pembangunan jalan layang (flyover) yang menghubungkan Jalan Untung Suropati-Jalan RA Basyid …