OPINI SYAFARUDIN RAHMAN: Lampung, Gubernur Baru, dan Nasihat Sayidina Ali


ist

SYAFARUDIN RAHMAN MA | Peneliti Labpolotda dan Dosen Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Lampung

SEUSAI dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung, di Istana Negara, Rabu, 12 Juni 2019, pasangan Arinal Djunaidi dan Chusnunia Chalim, mendapat pesan dari Presiden Joko Widodo. Presiden meminta agar Lampung mem-back up Jakarta karena 40 persen kebutuhan DKI dipasok dari Lampung.

Pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga turut memberikan pesan kepada pasangan pemimpin Sai Bumi Ruwa Jurai ini agar terhindar dari rasuah, operasi tangkap tangan (OTT), dan penjara.

Dalam sejarah Indonesia, tradisi memberi pesan atau nasehat sesama pemimpin bisa ditemui pula pada era pemerintahan Orde Lama dan Orde Baru.

Mengantarkan dan Menasihati Gubernur

Dalam khazanah sejarah Islam empat belas abad lampau, sebagaimana ditulis Ridwan HR (2007) dalam buku “Fiqih Politik”, gubernur selaku amir (pemimpin) sebuah wilayah merupakan pejabat penting yang perlu dipilih, dipersiapkan, dan dibekali dengan baik. Rasullulah SAW dan para sahabat senantiasa memberi nasehat yang baik kepada seorang calon atau gubernur.

Rasulullah SAW yang saat itu bermukim di Madinah memilih dan mengangkat seorang wali atau amir, qadhi, dan amil untuk ditempatkan di Tayma, Al-Janad, Banu Kindah, Mekkah, Najran, Yaman, Hadramaut, Oman, dan Bahrain.

Pada pemerintahan Abu Bakar Ra, beliau memilih dan menunjuk Itab bin Asid untuk wilayah Thaif, Al-Hujair bin Abi Umamah (San’a), Ziad bin Labid (Hadramaut), Ya’la bin Umayah (Khaulan), Abu Musa al-Asy’ari (Zubaid dan Rima), Muadz bin Jabal (al-Janad), Jabir bin Abdullah (Najran), Abdullah bin Tsur (Jarasy), dan Al-Ula bin al-Hadrami (Bahrain).

Sedangkan pada masa pemerintahan Umar bin Khattab Ra, kekuasaan Islam semakin meluas meliputi Semenanjung Arabia, Palestina, Suriah, Irak, Persia, dan Mesir. Umar memilih dan menunjuk gubernur untuk masing-masing wilayah. Begitu pula Usman bin Affan Ra dan Ali bin Abi Thalib Ra, selaku pelanjutnya.

Nasihat Sayidina Ali

Mengingat strategisnya posisi gubernur yang bisa membawa kemasalahatan umat, Sayidina Ali Ra sempat membuat pesan tertulis dalam sebuah surat yang panjang kepada gubernur yang dipilihnya. Utamanya surat itu untuk Malik al-Asytar al-Nakhai yang akan ditempatkan sebagai gubernur Mesir menggantikan Muhammad bin Abu Bakar.

Banyak hal yang diwasiatkan Ali, sahabat Rasul dan salah seorang khalifah yang dijamin masuk surga, sebagaimana ditulis Muhammad Abduh (1991) dalam buku ”Mutiara Nahjul Balaghah” dan diterjemahkan oleh Muhammad al-Baqir. Saya menukilkan sedikit saja pesan-pesan Sayidina Ali tersebut.

Beliau berpesan antara lain, kendalikan luapan amarahmu, kekerasan tindakanmu, kekejaman tanganmu, dan ketajaman lidahmu. Jagalah keselamatan dirimu dengan menahan gejolak emosimu dan menangguhkan hukuman sampai reda amarahmu. Dengan begitu kau mampu memilih yang paling bijaksana.

Adalah kewajibanmu untuk mengingat kebaikan yang telah dilakukan pendahulumu. Baik berupa pemerintahan yang adil atau tradisi yang mulia.

Jangan menutup diri dari rakyatmu. Sempatkan untuk menerima kehadiran orang-orang yang memerlukan bantuan keadilan darimu.

Duduklah bersama mereka dalam majelis terbuka. Dalam pertemuan seperti itu, singkirkanlah tentara, pembantu dan pengawalmu, agar mereka yang ingin menyampaikan keluhan kepadamu dapat melakukannya dengan tenang tanpa rasa takut dan cemas.

Perhatikan dan perlakukan dengan baik para pedagang dan ahli pertukangan, mereka yang tetap berusaha di tempatnya atau yang berpindah-pindah. Pada mereka lah tersedia bahan-bahan kebutuhan rakyat dan barang keperluan sehari-hari.

Perhatikan para pegawaimu. Jangan mempercayakan suatu jabatan sebelum kau uji. Jangan mengangkat mereka karena ingin mengambil hati mereka ataupun demi kepentingan dirimu semata. Sebab yang demikian itu adalah sumber kezaliman dan pengkhianatan.

Utamakanlah orang-orang berpengalaman, yang memiliki rasa malu, berasal dari keluarga baik-baik dan selalu mantap dalam kesalehannya. Mereka itu lah yang lebih mulia akhlaknya, lebih menjaga kehormatan dirinya.

Berilah pegawai pendapatan yang cukup agar mereka mampu memperbaiki diri dan tidak terdorong mengambil sesuatu yang berada di bawah kekuasaannya. Selain itu, demi menghilangkan dalih mereka bila nantinya mereka melanggar perintahmu dan menyalahgunakan kepercayaanmu.

Tercatat Rapi dan Masih Dikenang

Pesan khalifah Ali Ra itu penuh makna. Sayang, Gubernur Malik belum sempat merealisasikannya. Dalam perjalanan menuju Mesir dia meninggal dipanggil Yang Mahakuasa. Innalillahi wainnailaihi rojiun.

Meski demikian, pesan dan nasehat sarat hikmah dari Sayidina Ali empat belas abad silam untuk gubernur baru itu hingga kini tercatat rapi, masih dikenang, dan diikuti kaum muslimin yang taat.

Oleh karena itu, pada bulan Syawal yang berkah ini mari kita ucapkan selamat bekerja kepada gubernur dan wakil gubernur Lampung yang baru, pasangan Arinal Djunaidi dan Chusnunia Chalim. Berjayalah dan Amanahlah! Tabiik pun.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

DIALOG IMAJINER DENGAN SOEKARNO-HATTA (11): Indonesia Berduka, Riau Berasap, dan Dilema Lembaga Sampiran Negara

Oleh SYAFARUDIN RAHMAN | Peneliti Labpolotda dan Dosen Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Lampung SEUSAI ashar …