OPINI ADMI SYARIF: Menanti (Perubahan) Rektor Baru Universitas Lampung


FOTO Rudi Sabli/duajurai.co
Dr Eng Admi Syarif
*Dosen Jurusan Ilmu Komputer FMIPA Unila
* Anggota Senat Fakultas MIPA Unila

DALAM hitungan hari ke depan, warga Universitas Lampung (Unila)  mulai diramaikan dengan pemilihan anggota senat. Masing-masing fakultas akan melakukan pemilihan raya untuk memilih 2 orang anggota senat wakil dosen nonprofesor dan 2 orang mewakili profesor.

Anggota-anggota senat ini lah bersama 16 anggota senat exofficio yang kelak memiliki suara dengan total 65 persen. Sisanya (35%) adalah suara Kementerian Ristek Dikti.

Geliat lobi dan/atau komunikasi politik di kalangan dosen/pemimpin untuk meloloskan calon anggota tertentu dengan harapan nantinya bisa memilih kandidat tertentu, kini tidak lagi sayup-sayup terdengar, alias jelas sekali. Beberapa jurusan yang dosennya sedikit bahkan mulai mencoba melakukan koalisi untuk meloloskan wakilnya menjadi senator universitas.
Tidak mengherankan ketika pekan lalu sebuah fakultas kelar menggelar pemilihan anggota senat, para dosen dan tim sukses sudah mulai berhitung bahwa A akan memilih calon X, sedangkan B, C dan dekan akan memilih calon Y, dan D akan memilih Z.
Berkaca pada pemilihan rektor periode lalu, seorang senator sambil tersenyum berujar untuk memilih yang calon (bakal) menang. Untuk apa (bagus) kalau kalah. Integritas senator seperti ini tentu sangat kita sayangkan.
Memang pemilihan rektor masih penuh dengan kontestasi politik horizontal untuk mendapatkan suara senat dan kasak-kusuk kontestasi vertikal untuk mendapatkan suara menteri. Dengan sistem seperti ini, harapan bahwa pemilihan akan mengedepankan kualitas akademik, dan gagasan/ide, sepertinya masih harus menunggu.
Bau politik “dagang sapi” memang sangat menyengat. Yah, ini masih lumayan daripada bau “sogok-sogokan” yang membuat KPK harus memasang warning pada pemilihan rektor.
Pergantian kepemimpinan (memang) telah lama dinantikan oleh civitas akademika Unila, tentunya dengan harapan-harapan peningkatan kualitas dan kesejahteraan. Melalui tangan senator-senator ini lah kita berharap Unila akan mendapatkan rektor baru yang merupakan hasil dari proses demokrasi yang jujur, adil, dan damai.
Sebagai salah seorang warga Unila, saya menyampaikan harapan kepada rektor yang baru kelak untuk tetap rendah hati dan istikamah dalam memberikan pelayanan yang terbaik, lebih mengedepankan kearifan lokal Lampung, khususnya budaya dan adat.
Rektor kelak handaknya orang cerdas yang bijak dan berdiri di atas semua golongan, peka dengan setiap permasalahan yang ada di akar rumput, serta tidak pilih kasih.
Selamat berjuang dengan jiwa yang utuh untuk Universitas Lampung yang lebih baik! Untukmu Unilaku, padamu baktiku.(*)

Komentar

Komentar

Check Also

DIALOG IMAJINER DENGAN SOEKARNO-HATTA (6): Pohon Soekarno dan Masjid Kemerdekaan

Oleh SYAFARUDIN RAHMAN | Peneliti Labpolotda dan Dosen Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Lampung SEROMBONGAN siswa …