Dinkes: Penurunan Kualitas Udara Lampung Pengaruhi Kesehatan


DOKTER Asih Hendrastuti, Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Lampung | Umar Robani/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung menyayangkan penurunan kualitas udara. Sebab, udara adalah salah satu faktor penting yang memengaruhi kesehatan.

dr Asih Hendrastuti, Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Lampung, mengatakan ketika seseorang menghirup oksigen, maka gas di udara akan ikut terhirup. Jika terdapat polusi, maka seseorang berpotensi mengalami gangguan kesehatan.

“Jika seseorang menghirup gas nitrogen dioksida (NO2) dan sulfur dioksida (SO2) yang menjadi parameter indeks kualitas udara (IKU), maka akan meresap ke dalam darah,” kata Asih kepada duajurai.co di Dinkes Lampung, Rabu, 12/6/2019.

Dia menerangkan, bila terdapat gas berlebih yang terhirup, maka akan memicu kejang. Hal tersebut bahkan dapat memicu gangguan syaraf. Namun, udara yang terhirup itu bergantung jumlah dan waktu tercemar.

“Jika polusi berbentuk partikel, maka saat ikut terhirup, ia tak bisa kembali keluar,” ujarnya.

Menurut Asih, partikel akan mengendap di setiap organ yang dilalui. Efeknya, memberi gangguan kepada organ tersebut. Biasanya terjadi pada saluran pernafasan mulai dari hidung hingga paru-paru.

Berdasar data Ditjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), kualitas udara di Lampung mencapai 84,99 pada 2017. Sedangkan IKU Lampung pada 2018 sekitar 82,98. Artinya, kualitas udara di Bumi Ruwa Jurai turun sebesar 2,01.(*)

Baca juga Kualitas Udara Lampung Turun, Walhi Sarankan Penghijauan di Perkotaan

Laporan Umar Robani


Komentar

Komentar

Check Also

Wagub Nunik Lepas Tim Sepakbola Lampung U-14 Ikuti Kejurnas Piala Menpora

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim melepas Tim Sepakbola Lampung U-14 untuk …