Kualitas Udara Turun, Kabupaten/Kota di Lampung Diminta Lakukan Penghijauan


Akmad Rizal, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Lampung | Umar Robani/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Indeks kualitas udara (IKU) di Lampung turun sekitar 2,01 dalam satu tahun terakhir. Terkait hal itu, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung tengah mengampanyekan penghijauan untuk meningkatkan kualitas udara.

Akmad Rizal, Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Lampung, mengatakan, keberadaan lahan hijau sangat memengaruhi kualitas udara. Untuk itu, dia meminta pemerintah kabupaten/kota melakukan penghijauan. Caranya, dengan menanam pohon atau membuka ruang terbuka hijau.

“Memang hal ini (penghijauan) tidak mudah, namun harus terus kami lakukan,” kata Akmad kepada duajurai.co di ruang kerjanya, Selasa, 11/6/2019.

Selain pemerintah kabupaten/kota, pihaknya juga meminta perusahaan untuk membuat lahan hijau di sekitar kantor masing-masing. Dinas Lingkungan Hidup siap menjadi fasilitator antara pemerintah kabupaten/kota dengan perusahaan swasta.

“Kami mengarahkan perusahaan melakukan kegiatan corporate social responsibility (CSR). Tidak hanya kegiatan sosial, tapi lebih kepada kepedulian lingkungan,” ujarnya.

Contoh yang telah dilakukan, pembagian tanaman kepada masyarakat di Kabupaten Pesawaran dan Pringsewu. Kegiatan itu dilakukan pada 2017. Dinas Lingkungan Hidup menjadi fasilitator antara masyarakat dan perusahaan.

“Kami juga memeriksa peralatan perusahaan industri. Pemeriksaan dimaksud kelayakan pada alat yang mengeluarkan gas buang. Sebab, emisi gas buang kendaraan turut memengaruhi kualitas udara. Hal tersebut berkaca dengan yang terjadi di Jakarta,” kata Akmad.

Berdasar data Ditjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Pada 2017, kualitas udara di Lampung mencapai 84,99. Sedangkan IKU Lampung pada 2018 sekitar 82,98. Artinya, kualitas udara di Bumi Ruwa Jurai turun sebesar 2,01. Kendati demikian, angka tersebut masih dalam kategori sangat baik.

Berikut indeks kualitas udara:

  • Unggul (x > 90)
  • Sangat baik (82 < x ≤ 90)
  • Baik (74 < x ≤ 82)
  • Cukup (66 < x ≤ 74)
  • Kurang (58 < x ≤ 66)
  • Sangat kurang (50 < x ≤ 58)
  • Waspada (x ≤ 50)

Baca juga Turun 2,01, Kualitas Udara Lampung Terendah di Indonesia

Laporan Umar Robani


Komentar

Komentar

Check Also

Wahrul Fauzi: Kementan Segera Selesaikan Masalah Pertanian di Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Komisi II DPRD Provinsi Lampung kunjungan kerja (kunker) ke Kementerian Pertanian …