OASE RAMADAN AGUS HERMANTO: Waktu Mengeluarkan Zakat Fitrah


GRAFIS Joe Chaniago | duajurai.co

Dr Agus Hermanto MHI | Dosen Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung

Secara lughawi, zakat berasal dari kata zakâ-yazkī-zakâtan yang berarti:
1. al-thaharu yaitu membersihkan atau menyucikan;
2. al-barakatu yaitu berkah;
3. al-nuwuw yaitu tumbuh dan berkembang;
4. al-shalahu yaitu beres.

Secara syar’i adalah kadar makanan pokok yang wajib dikeluarkan oleh setiap orang Islam pada malam Idul Fitri atau dapat juga diartikan harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang yang beragama Islam dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya.

Adapun syarat-syarat wajib zakat fitrah ialah:
1. Islam dan merdeka;
2. Menemui dua waktu, di antara bulan Ramadan dan Syawal walaupun hanya sesaat;
3. Mempunyai harta yang lebih dari kebutuhannya sehari-hari untuk dirinya dan orang-orang di bawah tanggungan pada hari raya dan malamnya.

Sedangkan syarat tidak wajib zakat fitrah yaitu;
1. Orang yang meninggal sebelum terbenam matahari pada akhir Ramadan;
2. Anak yang lahir selepas terbenam matahari pada akhir Ramadan;
3. Orang yang baru memeluk agama Islam sesudah matahari terbenam pada akhir Ramadan;
4. Tanggungan istri yang baru saja dinikahi selepas matahari terbenam pada akhir Ramadan.

Zakat merupakan salah satu dari lima Rukun Islam yang wajib dilaksanakan. Kewajiban mengeluarkan zakat melekat bagi kaum muslim yang sudah memenuhi syarat-syarat tertentu seperti mencapai nisab dan haul.

Zakat adalah salah satu kewajiban yang harus dikeluarkan baik laki-laki maupun perempuan. Alllah swt memerintahkan kepada setiap muslim untuk mengeluarkan zakat pada waktunya.

Waktu mengeluarkan zakat meliputi:
1. Waktu wajib apabila berjumpa sebagian waktu Ramadan dan sebagian bulan Syawal. Maka, orang yang meninggal setelah magrib pada malam pertama bulan Syawal wajib dizakati.
2. Waktu jawaz, dimulai sejak awal Ramadan. Kita boleh mengeluarkan zakat fitri pada awal Ramadan atau pertengahannya.
3. Waktu paling utama membayar zakat fitrah sesaat sebelum salat Idul Fitri dilaksanakan.
4. Waktu makruh membayar zakat setelah salat Idul Fitri sampai terbenamnya matahari pada hari pertama bulan Syawal.
5. Waktu haram yaitu membayar zakat setelah terbenamnya matahari di hari pertama bulan Syawal.

Para ulama berselisih pendapat terkait waktu yang tepat mengeluarkan zakat.

Pertama, Abu Hanifah beprendapat dibolehkan membayar zakat fitrah sejak awal tahun (bulan Muharam) karena hukum zakat fitri sebagaimana zakat harta yang boleh disegerakan sebelum genap satu tahun.

Kedua, pendapat al-Syafii bhawa pembayaran zakat fitri boleh didahulukan sejak awal Ramadan karena penyebab adanya zakat adalah puasa dan berbuka puasa (hari raya), sehingga jika sudah ada salah satu dari sebab tersebut (puasa) maka zakat boleh dibayarkan. Sebagaimana zakat harta yang sudahs ampai batas nisab namun belum genap disimpan selama satu tahun, boleh didahulukan pembayarannya.

Ketiga, sebagian besar mazhab Hanabilah berpendapat bahwa penunaian zakat fitri boleh disegerakan setelah pertengahan Ramadan, sebagaimana bolehnya mendahulukan azan subuh sebelum waktu subuh, atau sebagaimana bolehnya meninggalkan Muzdalifah ketika haji setelah melewati tengah malam sebelum subuh.

Keempat, pendapat Imam Ahmad bahwa boleh menyegerakan pembayaran zakat sehari atau dua hari sebelum waktu wajib (waktu fitri), dan tidak boleh (disegerakan) lebih dari itu. Wallahu aq’lam.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

OPINI ADMI SYARIF: Menanti Hadirnya (Harapan) Gubernur Lampung Baru

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) melantik Arinal Djunaidi dan Chusnunia Chalim (Nunik) sebagai Gubernur dan Wakil …