PUASA SANG DUAFA: Cari Makan, Sanusi Berkeliling Tawarkan Tenaga


SANUSI memperlihatkan santunan dari Dompet Dhuafa Lampung, Selasa, 28/5/2019. | Umar Robani/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Siang itu, Sanusi sedang memperbaiki listrik di salah satu rumah warga di kawasan Kotabaru, Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung. Ia diminta memasang kabel untuk lampu oleh tuan rumah.

Pria berumur 58 tahun itu tinggal bersama sang istri, Siti Jumanah, di Jalan Dr Harun II, Gang Sukun Nomor 25, Kotabaru. Setiap hari, ia berkeliling di area tempat tinggalnya mencari warga yang membutuhkan tenaganya. Pria berkumis tersebut berkeliling sambil menahan lapar dan haus karena berpuasa.

“Ya apa saja saya kerjakan, kerja bangunan, bersih-bersih rumput, memperbaiki listrik, angkut pasir. Ya macam-macam, namanya juga serabutan,” kata Sanusi kepada duajurai.co, Selasa, 28/5/2019.

Saat ini, istrinya sedang sakit berat. Siti menderita komplikasi sejak tiga bulan terakhir. Sehingga, perempuan berusia 49 tahun itu tak bisa berbuat apa-apa. Ia tiga kali masuk rumah sakit. Setiap sang istri dirawat di rumah sakit, Sanusi tak bekerja untuk menjaga karena mengurus istrinya.

“Ya enggak kerja pas (istri) masuk rumah sakit. Alhamdulillah teman-teman di sini banyak yang bantu, jadi masih bisa makan. Kalau biaya rumah sakit kan pakai BPJS, jadi tidak bayar,” ujarnya sambil menunduk.

Selama ini, Sanusi memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan kerja serabutan. Bila mendapat panggilan, ia bisa mengantongi Rp40 ribu per hari. Bila tak ada yang memakai tenaganya, Sanusi menjadi tukang angkut pasir di toko bangunan di Jalan Thabrani Daud. Ia mendapat upah Rp5.000 per mobil.

“Ya kalau enggak dapat pekerjaan, kadang saya ngangkut pasir ke mobil. Dapat bayaran Rp10 ribu per mobil, tapi bagi dua dengan teman. Jadi, saya memperoleh Rp5.000,” ucap Sanusi dengan raut wajah yang lelah.

Hasil keringat ayah dua anak itu hanya cukup untuk makan sehari-hari. Jika tak mendapat pekerjaan, ia terpaksa makan seadanya, sisa makanan kemarin.

“Ya saya keliling nanya-nanya sama tetangga. Kalau ada, saya kerjakan, kalau tidak ya saya keliling terus,” ujarnya.

Ia mengaku kerap tak mendapat pekerjaan. Sedangkan di toko bangunan hanya ada pekerjaan bila terdapat pembeli pasir. Kalau tidak ada, Sanusi terpaksa pulang dengan tangan kosong.

Kedua anaknya hanya lulusan sekolah dasar. Hingga kini tidak bekerja. Putri pertamanya tinggal bersama sang mertua di Natar, Lampung Selatan. Sedang anak kedua lelaki menganggur.

“Kalau yang laki kadang ikut bantu-bantu di bengkel dekat rumah. Tapi, ya paling cukup untuk jajannya saja itu,” kata Sanusi.

Sejak istrinya sakit, anak perempuan tinggal di rumahnya untuk menjaga sang ibu. Sedangkan Sanusi berkeliling mencari uang untuk makan, esok hari. Ia baru pulang ketika langit mulai gelap.

“Ya makan dari kerja serabutan ini. Kalau enggak kerja ya tak bisa makan besok. Paling makan seadanya saja,” ucap Sanusi seraya menatap ke bawah.(*)

Liputan Puasa Sang Duafa merupakan kerja bareng Dompet Dhuafa Lampung dengan duajurai.co. Setiap narasumber akan menerima santunan dari Dompet Duafa Lampung. Bagi yang ingin berbagi dapat menyalurkan donasi melalui rekening BNI Syariah 777 1717 009 atas nama Yayasan Dompet Dhuafa Republika Lampung.

Laporan Umar Robani


Komentar

Komentar

Check Also

PUASA SANG DUAFA: Nafkahi Keluarga, Nalim Tarik Becak dari Karanganyar-Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Muhammad Nalim tampak termenung. Duduk di dalam becak, pria berusia 68 tahun itu …