PUASA SANG DUAFA: Tukiran, Si Pemulung yang Enggan Mengemis


TUKIRAN memperlihatkan santunan dari Dompet Dhuafa Lampung saat diwawancarai di kawasan Stadion Pahoman, Bandar Lampung, Senin, 27/5/2019. | Umar Robani/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Tukiran sedang duduk di atas rumput saat ditemui pada Senin petang, 27/5/2019. Ia selonjoran. Kepalanya menunduk. Di hadapannya tampak karung berwarna putih.

Sore itu, Tukiran lagi mengaso di Jalan Way Sekampung, kawasan Stadion Pahoman, Bandar Lampung. Ia beristirahat sejenak setelah berkeliling mencari barang rongsokan, siang tadi. Selama bulan Ramadan, warga Jalan Gatot Subroto, Gang Kenari, Sukaraja, itu melepas penat mulai pukul 15.00 WIB.

“Ya mulai jam tiga sore istirahat. Biar kuat puasanya hingga waktu berbuka,” kata Tukiran kepada duajurai.co.

Usai berbuka dengan segelas air dan sepotong kue, ia kembali melanjutkan pekerjaannya. Ayah dua anak itu memulung sambil berjalan pulang. Tukiran mengaso lagi ketika sampai Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Lampung. Ia duduk di pinggir jalan sambil menunggu Indomaret di seberang kantor tersebut tutup.

“Sambil menunggu kardus dari Indomaret di seberang kantor itu. Sebab, mereka membuang kardus bekas ketika tutup,” ujarnya seraya menunjuk arah kantor Sat Pol PP.

Biasanya, Tukiran bisa pulang sekitar pukul 23.00 WIB. Sebab, Indomaret baru tutup pada pukul 22.00 WIB. Ia pulang dengan rute yang sama, yakni menyusuri Jalan Subroto menuju Gang Kenari.

“Hasil memulung saya kumpulkan selama sebulan. Setelah itu, baru saya jual. Dalam sebulan, hasil memulung bisa dapat Rp800 ribu,” ucapnya sambil menundukkan kepala.

Walau begitu, Tukiran tetap bersyukur masih dapat menghidupi keluarganya. Ia melakoni pekerjaan tersebut sejak 1999. Sebelumnya, Tukiran pernah merantau ke Bali berjualan kerupuk.

Meski hidup serba pas-pasan, Tukiran enggan menggemis untuk memperoleh uang. Ia tak mau mengharapkan belas kasihan orang karena masih mempu untuk bekerja.

“Tubuh saya masih mampu kok, buat apa saya ngemis,” kata Tukiran dengan nada lantang.

Dengan memulung, ia berhasil menyekolahkan dua anaknya hingga lulus SMA. Kini, sang anak telah menikah dan tinggal dengan keluarganya masing-masing.(*)

Liputan Puasa Sang Duafa merupakan kerja bareng Dompet Dhuafa Lampung dengan duajurai.co. Setiap narasumber akan menerima santunan dari Dompet Duafa Lampung. Bagi yang ingin berbagi dapat menyalurkan donasi melalui rekening BNI Syariah 777 1717 009 atas nama Yayasan Dompet Dhuafa Republika Lampung.

Laporan Umar Robani


Komentar

Komentar

Check Also

PUASA SANG DUAFA: Nafkahi Keluarga, Nalim Tarik Becak dari Karanganyar-Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Muhammad Nalim tampak termenung. Duduk di dalam becak, pria berusia 68 tahun itu …