OASE RAMADAN RUDY IRAWAN: Adab-Tata Krama Puasa


GRAFIS Joe Chaniago | duajurai.co

RUDY IRAWAN MSI
– Dosen UIN raden Intan Lampung
– Wakil Ketua PCNU Bandar Lampung
– Sekretaris Komisi Seni Budaya Islam MUI Lampung

MENURUT Syeikh Izzuddin Bin Abdusaalam, adab atau tata krama berpuasa ada enam:

1. Memelihara lisan dan anggota badan dari perselisihan. Rasulullah saw bersabda: “Barang siapa tidak meninggalkan ucapan-ucapan dusta dan melakukannya, maka tidaklah ada bagi Allah kebutuhan untuk meninggalkan makan dan minumnya.” (al Bukhary 1903 bab Puasa). Artinya, puasanya sia-sia belaka.

Rasulullah saw bersabda: “Banyak orang yang menegakkannya (puasa) tapi bagian dari menegakkannya adalah bangun malam (begadang), dan banyak orang yang berpuasa tapi bagian dari puasanya adalah lapar dan haus.” (riwayat Ahmad dalam al Musnad: 2/373, ad Darimi 2720)

2. Jika diundang makan katakanlah, “Saya puasa.” Sabda Rasulullah saw: “Apabila seseorang dari kalian diundang pada jamuan makan, dan ia berpuasa, maka katakanlah, ‘Sesungguhnya aku puasa.’”. (riwayat Muslim).

Ia menyebutkan demikian sebagai uzur atau alasan kepada orang yang mengundang, agar tidak terluka hatinya. Namun, apabila khawatir disebut riya’, sebutkankah alasan (uzur) lainnya agar orang yang mengundang juga memahaminya.

3. Yang dikatakan ketika berbuka adalah seperti yang disabdakan Nabi saw ketika berbuka: “Hilanglah haus dan hilanglah keringat dan tetap dapat pahala, jika Allah menghendakinya.” (riwayat Abu Dawud)

Diriwayatkan juga beliau bersabda: “Ya Allah kepada-Mu aku berpuasa, atas rezekii-Mu saya berbuka.” (Dikeluarkan oleh Abdullah ibn al-Mubarak dan Abu Dawud)

Dalam hadis lain beliau bersabda: “Segala puji bagi Allah yang telah menolongku, maka aku berpuasa, dan memberi aku rezeki, maka aku berbuka.” (Ibnu s-Siny)

4. Yang dikonsumsi saat berbuka adalah kurma basah (ruthab), kurma kering, atau air. Diriwayatkan Rasulullah saw berbuka sebelum salat dengan kurma basah. Jika tidak ada maka dengan kurma kering. Dan jika tidak ada pula dengan meneguk air.” (riwayat Ahmad, Abu Dawud, dan at Tirmidzi).

Beliau bersabda: “Jika salah seorang kalian berpuasa, maka berbukalah dengan kurma. Jika tidak menemukannya, maka dengan air, karena sesungguhnya air itu adalah suci.” (Abu Dawud, 2355, at Tirmidzi 695)

5. Menyegerakan berbuka. Rasulullah saw bersabda, bahwa Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: “Hambaku yang paling Aku cintai adalah yang menyegerakan dalam berbuka.” (Riwayat Ahmad, at Tirmidzi).

Rasulullah saw bersabda: “Tidak henti-hentinya agama akan tampak, selagi manusia menyegerakan berbuka, karena orang-orang Yahudi dan Nasrani mengakhirkannya.” (riwayat Ahmad dan Abu Dawud)

‘Amr bjn Maimun mengatakan, “Sahabat Muhammad saw adalah yang paling menyegerakan berbuka dan melambatkan sahur.” (Riwayat al Baihaqi dan ath Thabrani)

6. Mengakhirkan sahur. Rasulullah saw bersabda: “Bersahurlah, karena dalam sahur itu ada keberkahan.” (Riwayat al Bukhari)

Terkadang ada orang yang merasa enggan untuk bangun dan makan sahur karena merasa dirinya kuat. Padahal dalam sahur ada banyak keberkahan.

Sesungguhnya, diakhirkannya sahur agar lebih kuat berpuasa, agar puasa membebaninya, dan melemahkan banyak hal ketaatan kepada-Nya. Sahur dan salatnya Rasulullah saw sekadar membaca 50 ayat (riwayat al-Bukhari).

Dengan memahami tata cara yang benar, seperti yang dicontohkan Rasulullah saw, insya Allah kita menjadi lebih yakin, khusyuk dan ikhlas berpuasa. Dengan dasar keimanan dan muhasabah, kita akan merasakan kenikmatan dalam berpuasa, meskipun secara fisik jasmani, pasti merasakan lapar dan haus.

Semoga hati kita dibukakan oleh Allah Azza wa Jalla, dan mampu merasakan nikmatnya berpuasa dan menikmati lezatnya iman kepada Allah. Ini lah momentum untuk meraih rahmat, ampunan, dan keberkahan dari Allah Rabbul ‘Izzah.

Semoga kita juga mampu memuasakan indra, syukur hati dan pikiran. Allah a’lam bish shawab.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

DIALOG IMAJINER DENGAN SOEKARNO-HATTA (9): Rusuh Papua, Humor Gus Dur, Kerisauan Mochtar Lubis, dan Preman Pensiun

Oleh SYAFARUDIN RAHMAN | Peneliti Labpolotda dan Dosen Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Lampung KAMI bertiga …