Herman HN: Pembatasan Akses Internet Pengaruhi Pembuatan KTP-el


WALI Kota Bandar Lampung Herman HN diwawancarai wartawan usai rapat bersama seluruh camat, Senin, 6/5/2019. Dalam wawancara itu, Herman menyatakan, pihaknya akan mengadakan pasar murah pada bulan Ramadan, 10-29 Mei mendatang. | Umar Robani/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Wali Kota Bandar Lampung Herman HN menyatakan, pembatasan akses sejumlah media sosial dan ketidakstabilan jaringan internet memengaruhi pembuatan KTP Elektronik (KTP-el). Kebijakan tersebut membuat proses layanan dokumen kependudukan menjadi lambat.

“Saya harap, masyarakat yang sedang mengurus KTP, kartu keluarga (KK), dan lainnya sedikit sabar dan memakluminya,” kata Herman, seperti dilansir Antara, Sabtu, 25/5/2019.

Dia mengatakan, masyarakat harus dapat memahami dan menerima semua keputusan dari pemerintah. Sebab, kebijakan tersebut untuk mempersatukan dan mempererat hubungan serta menjaga keutuhan seluruh rakyat Indonesia. Tujuannya, agar tidak terprovokasi atas kerusuhan di Jakarta pada 22 Mei lalu.

“Kami merasakan dampak pembatasan tersebut, termasuk pembuatan KTP-el. Selama dua hari enggak bisa diproses,” ujarnya.

Kendati demikian, hal tersebut tidak menjadi masalah yang terlalu besar. Sebab, ketidakstabilan jaringan internet hanya sementara. Apabila kondisi mulai aman, maka otomatis pelayanan kembali cepat seperti semula.

“Kalau tidak diblokir kan bisa jadi bahaya dan menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Kami ingin mengisi kemerdekaan dengan pembangunan, bukan sebaliknya,” kata dia.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) membatasi akses media sosial pascakericuhan setelah pengumuman hasil pemilu, Rabu lalu, 22 Mei 2019. Langkah tersebut untuk meredam penyebaran kabar bohong yang membuat situasi semakin panas. Kominfo tidak membatasi seluruh akses ke media sosial, melainkan hanya beberapa fitur yang rawan disalahgunakan. WhatsApp dibatasi tidak bisa mengirim dan menerima foto dan video. Facebook dan Instagram juga mendapat perlakuan yang sama.

Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, pemblokiran itu akan kembali dibuka jika situasi sudah kondusif. Itu pun bergantung pada instruksi pihak keamanan.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Pembangunan Dilanjutkan, Gedung Pasar Smep Ditarget Rampung Akhir Tahun

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Proyek pembangunan Pasar Smep dilanjutkan kembali oleh PT Asmi Hidayat. Proyek yang sempat …