Studium Generale Itera Dorong Pemanfaatan Batu Bara Lebih Ramah Lingkungan


PAKAR geokimia lingkungan Gordana Medunic mengisi kuliah umum internasional di kampus Itera, Lampung Selatan, Jumat, 24/5/2019. Dalam kuliah tersebut, Gordana mendorong mahasiswa dan para dosen untuk mengkaji kandungan batu bara di daerahnya masing-masing. | Humas Itera

JATIAGUNG, duajurai.co – Institut Teknologi Sumatera (Itera) mengadakan studium generale internasional sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Lustrum Perdana Itera di kampus setempat, Jatiagung, Lampung Selatan, Jumat, 24/5/2019. Kuliah umum tersebut menghadirkan Gordana Medunic, pakar geokimia lingkungan dari Departemen Geologi University of Zagreb, Kroasia.

Kegiatan bertajuk “Distribusi Unsur Tanah Jarang di Dekat Pembangkit Listrik Tenaga Batu Bara” itu membahas bahaya pemanfaatan batu bara dengan cara dibakar sebagai sumber energi pembangkit listrik. Sebab, cara tersebut dapat mencemari lingkungan dan membahayakan keselamatan makhluk hidup, termasuk manusia. Dalam kegiatan itu, mahasiswa dan dosen didorong untuk aktif melakukan kajian guna mendorong perubahan pola pemanfaatan batu bara menjadi lebih ramah lingkungan.

Dalam sambutannya, Rektor Itera Ofyar Z Tamin mengatakan Indonesia, khususnya Pulau Sumatra, memiliki karakter geologi yang sangat kuat. Salah satunya, yaitu sebagian wilayah Indonesia berada pada jalur cincin api pasifik atau ring of fire. Sehingga, rawan mengalami gempa bumi hingga tsunami. Hal ini, selain membuat masyarakatnya perlu selalu waspada, juga membuat wilayah Indonesia sangat kaya akan sumber daya alam.

Dia berharap, kajian-kajian geologi dengan melibatkan pakar dunia di Itera dapat menambah pengetahuan mahasiswa dan dosen. Apalagi, Itera sedang mendorong mahasiswa dan dosen mengikuti program pendidikan hingga ke luar negeri.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Gordana Medunic untuk berbagi pengetahuan dan ilmunya. Saya berharap, dalam beberapa tahun ke depan, Itera juga bisa mengunjungi negara Anda, untuk melakukan penjajakan kerja sama lebih lanjut, terutama pertukaran mahasiswa dan dosen,” kata Ofyar melalui keterangan tertulis yang diterima duajurai.co.

Gordana menyatakan sebenarnya banyak manfaat lain yang bisa diperoleh dari material batu bara tanpa harus membakarnya. Seperti, memanfaatakannya secara ramah dengan mengekstraksi unsur tanah jarang yang ada pada batu bara. Itu untuk keperluan material-material penyusun elektronik yang biasa dimanfaatkan dalam industri elektronik.

Untuk itu, mahasiswa dan para dosen perlu melakukan kajian-kajian secara lokal tentang kandungan batu bara di daerahnya. Tujuannya, untuk mengetahui potensi yang bisa dikembangkan dari pemanfaatan batu bara secara ramah lingkungan.

Sementara itu, peneliti LIPI Widi Astuti menambahkan, kedatangan Gordana merupakan bagian dari program Eramus Plus Eropa, yaitu program pengiriman dosen dan peneliti untuk berkunjung ke negara-negara dunia.  Dalam kunjungannya ke Lampung, Gordan melakukan penelitian bersama para peneliti LIPI di beberapa lokasi, dan daerah lain di Indonesia. Studium generale Itera dinilai perlu untuk menambah pengetahuan mahasiswa tentang keilmuan-keilmuan tertentu dari pakar-pakar di dunia.

“Sangat penting mahasiswa dan dosen mengetahui perkembangan keilmuan geologi di negara lain lewat para pakar yang hadir ke Indonesia. Hal ini jadi salah satu cara untuk meningkatkan daya saing mahasiswa dan dosen,” ujarnya.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Prodi Akuntansi Universitas Mitra Indonesia Raih Akreditasi B

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Program Studi (Prodi) Akuntansi Fakultas Bisnis Universitas Mitra (Umitra) Indonesia meraih akreditasi …