Ridho Ficardo Dorong Pelabuhan Panjang Dongkrak Industri Lampung


GUBERNUR Lampung M Ridho Ficardo diwawancarai wartawan usai Rakor Rencana Aksi Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi, Jumat, 17/5/2019. Dalam wawancara tersebut, dia didampingi Wali Kota Bandar Lampung Herman HN (pakai peci). | Humas Pemprov Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Gubernur Lampung M Ridho Ficardo terus mendukung PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Cabang Panjang dalam mendongkrak industri, sehingga Lampung menjadi provinsi terdepan di Pulau Sumatra. Terlebih Pelabuhan Panjang kini menjadi pelabuhan regional Sumatra bagian Selatan (Sumbagsel) dan hubport penunjang ekspor.

Hal tersebut disampaikan Ridho pada silaturahmi bersama PT Pelindo II Cabang Panjang. Acara itu berlangsung di Ruang Rapat IPC Panjang, Bandar Lampung, Kamis, 23/5/2019.

“Apapun halnya, saya akan sangat cepat bertindak jika berbicara terkait pembangunan di Provinsi Lampung,” kata dia melalui keterangan tertulis yang diterima duajurai.co, Jumat, 24/5/2019.

Adapun dukungan Ridho dalam mewujudkan hal tersebut, yakni memberikan kemudahan terkait seluruh perizinan dan segala bentuk persetujuan. Selain itu, memberi kemudahan regulasi dalam perencanaan pembangunan PT Pelindo II Cabang Panjang.

“Saya perintahkan seluruh dinas terkait memberikan kemudahan dalam perizinan dan persetujuan kepada Pelindo. Salah satu perkembangan dan kemajuan Provinsi Lampung bertumpu di sini dan Pelindo menjadi kebanggaan kami semua,” ujarnya.

Dia juga memberikan apresiasi kepada PT Pelindo II Cabang Panjang yang menyiapkan segala bentuk perencanaan pembangunan yang sangat matang dan terstruktur. Hal ini tentunya sejalan dengan perencanaan pembangunan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung.

“Pelabuhan Panjang akan semakin maju dan harus dibanggakan. Pelabuhan Panjang akan menjadi muka Lampung yang membuat Lampung menjadi maju dan terdepan di Pulau Sumatra. Hal itu saya utarakan karena nanti Pelabuhan Panjang akan menjadi titik tumpu keluar masuk logistik yang sangat besar, dan memungkinkan untuk membuat Lampung menjadi pusat perindustrian dan agroindustri,” kata dia.

Sementara itu, GM PT Pelindo II Cabang Panjang Drajat Sulistyo mengatakan, dari segi geografis, Lampung tidak ada bandingannya. Itu terbukti pada 26 Maret 2019, Pelabuhan Panjang ditetapkan menjadi pelabuhan internasional.

“Kini Pelabuhan Panjang menjadi tempat bersandar kapal barang bermuatan 1.200 sampai 4.000 kontainer dan jadwalnya pasti, yakni seminggu dua kali. Itu tidak bisa di pelabuhan lain kecuali di Pelabuhan Panjang, Pelabuhan Tanjung Priok, dan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. Selebihnya di seluruh Indonesia ini belum bisa,” ujar Drajat.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Diguyur Hujan, Ribuan Mahasiswa Teriak “Allahu Akbar” di Halaman DPRD Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Ribuan orang dari berbagai elemen yang mengatasnamakan Aliansi Lampung untuk Indonesia berunjuk rasa di …