PUASA SANG DUAFA: Cerita Sundari-Dalan, Suami Istri Penyapu Jalan


SUNDARI dan Dalan sedang menyapu di Jalan Pemuda, kawasan Pasar Bawah, Bandar Lampung, Kamis petang, 23/5/2019. | Umar Robani/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sundari dan Dalan telah bangun pada pagi buta. Usai sahur dan membersihkan diri, keduanya membelah jalanan Bandar Lampung. Naik sepeda motor, pasangan suami istri itu menuju Jalan Pemuda, kawasan Pasar Bawah.

Kemudian, mereka mulai menyapu dari depan toko parfum Paris Van Java. Dalan (82), sang suami, yang menyapu. Sedangkan Sundari keranjang sampah. Keduanya tukang sapu jalan dari Dinas Lingkungan Hidup Bandar Lampung.

“Kami menyapu sampai jam tujuh pagi. Setelah, dijemput anak untuk pulang,” kata Sundari di tepi Jalan Pemuda, Kamis sore, 23/5/2019.

Sesampai di rumah, Sundari tidak langsung beristirahat. Ia kembali bekerja dengan membersihkan wadah bekas air minum kemasan. Sampah itu dikumpulkannya selama menyapu jalan.

“Ya lumayan untuk tambahan penghasilan,” ujarnya seraya memperlihatkan barang hasil memulung.

Sore hari, sekitar pukul 15.00 WIB, Sundari dan Dalan kembali menyapu jalan. Setiap bulan, total penghasilan mereka sebesar Rp3,5 juta. Perinciannya, upah Sundari Rp2 juta dan upah Dalan sekitar Rp1,5 juta. Uang sebanyak itu belum dipotong utang.

“Kalau belum gajian, kami sering utang di warung. Setelah bayar utang, gaji kami berdua tinggal Rp3 juta,” ucap Sundari.

SUNDARI memperlihatkan santunan dari Dompet Dhuafa Lampung. | Umar Robani/duajurai.co

Sisa upah itu digunakan untuk membayar kontrakan di Jalan Mangundiprojo, Gang Mangga, Kedamaian. Biaya sewanya sebesar Rp600 ribu per bulan. Lalu, bayar listrik dan air. Sehingga, total pengeluaran sekitar Rp1 juta.

Meski begitu, Sundari dan suami tetap bersyukur. Walau penghasilan pas-pasan, mereka masih bisa makan. Bahkan, mampu menyekolahkan anak-anaknya.

“Juga untuk (biaya) sekolah cucu. Alhamdulillah, cucu baru lulus pada tahun lalu. Sekarang, dia sudah bisa cari uang sendiri,” kata Sundari sambil menundukkan kepala.

Sundari dan Dalan baru punya satu cucu dari anak sulung mereka. Ibunya meninggal dunia ketika sang cucu berusia sekarang 1 tahun 6 bulan. Karena itu, Sundari dan Dalan bekerja keras untuk menghidupi dan menyekolahkan si cucu.

“Kalau orang-orang di sini sudah tahu semua. Waktu kecil sering dibawa kalau kerja,” ujarnya seraya menunjuk pedagang di sekeliling pasar.

Rasa sayang kepada sang cucu membuat pasangan suami istri itu tetap bekerja. Sundari menjadi penyapu jalan sejak 17 tahun lalu. Sedangkan suaminya telah 40 tahun menjadi tukang sapu.

“Ya bagaimana, kalau tidak kerja nanti mau makan apa? Gimana bayar kontrakan, bayar sekolah cucu. Alhamdulillah masih diberi kesehatan,” ucap Sundari.(*)

Liputan Puasa Sang Duafa merupakan kerja bareng Dompet Dhuafa Lampung dengan duajurai.co. Setiap narasumber akan menerima santunan dari Dompet Duafa Lampung. Bagi yang ingin berbagi dapat menyalurkan donasi melalui rekening BNI Syariah 777 1717 009 atas nama Yayasan Dompet Dhuafa Republika Lampung.

Laporan Umar Robani


Komentar

Komentar

Check Also

PUASA SANG DUAFA: Nafkahi Anak, Sunarsih Jadi Tukang Cuci Hingga Memulung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Azan subuh belum berkumandang. Sunarsih telah bangun menyiapkan sahur. Di sebuah bedeng di …