OASE RAMADAN AGUS HERMANTO: Tarawih Ajang Berlomba


SEJUMLAH jemaah sedang salat di Masjid Nurul Taqwa, Jalan Teluk Ambon, Gang Rajawali, Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung, Sabtu, 3/6/2017. | Rudi Sabli/duajurai.co

Dr Agus Hermanto MHI | Dosen Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung

RASULULLAH SAW bersabda: “Barang siapa mendirikan salat pada bulan Ramadan karena iman dan rasa berharap (ridha Allah) niscaya diampuni oleh Allah swt dosa-dosa yang telah lalu.” (HR Bukhari Muslim)

Salat tarawih merupakan salah satu ibadah sunah malam hari pada bulan Ramadan. Ini merupakan bagian dari mengharap rida Allah swt agar mendapatkan barakah bulan Ramadan.

Tarawih adalah jamak dari tarwih, yang berarti jalsah. Disebut demikian, karena di setiap empat rakaat biasanya duduk untuk beristirahat.

Untuk menambah semarak, ada bilal yang setiap dua rakaat atau empat rakaat memandu jalannya salat tarawih dengan diiringi salawat dan mebaca nama-nama sahabat yang empat, yaitu Abu Bakar as Siddiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Panduan bilal ini bukanlah syariah yang diajarkan Rasul, melainkan hanya memandu jalan serta khidmatnya salat.

Ini tentunya berawal dari niat yang tulus, karena segala sesuatu perkara tergantung pada niatnya. Sebagaimana diterangkan dalam salah satu kaidah “al-umuuru bi maqashidiha” yang dipertegas dengan hadis Rasulullah, “Sesungguhnya amalan itu tergantung kepada niatnya.”

Begitu juga dengan ibadah tarawih pada malam bulan Ramadan. Apakah jumlah rakaatnya delapan atau 20, semua itu tidak menjadi masalah, asalkan niatnya lurus, tulus, ikhlas mengharap rida Allah swt.

Di masyarakat kita, memang ada yang menjalankan tarawih dengan delapan rakaat, dan ada juga yang 20 rakaat. Yang menjalankan delapan rakaat berdalil kepada riwayat Aisyah ra bahwa Rasulullah menjalankan salat tarawih dengan empat rakaat dan dua kali salam, dan di setiap empat rakaat beliau duduk.

“Adalah Rasulullah melakukan salat pada waktu setelah selesainya salat isya hingga waktu fajar selama 11 rakaat mengucapkan salam pada setiap dua rakaat dan melakukan witir dengan satu rakaat.”

Dalam riwayat lain Aisyah ra ditanya, “Bagaimana salat Rasulullah saw pada bulan Ramadan?” Dia menjawab, “Beliau tidak pernah menambah dalam rakaat atau di luarnya lebih dari 11 rakaat, maka jangan ditanya bentang bagusnya dan lamanya, kemudian beliau salat 3 rakaat.” (HR Bukhari)

Ada pun yang berpendapat 20 rakaat adalah sebagaimana telah diceritakan, bahwa Ibnu Abi Dzi’ib dari yazid bin Khosifah dari as Saib bin Yazid, ia berkata: “Mereka melaksanakan qiyam lail di masa Umar di bulan Ramadhan sebanyak 20 rakaat ketika itu mereka membaca 200 ayat Al Quran.” (HR Ali bin Al Dza’id dalam musnadnya)

Sebenarnya Rasulullah saw melaksanakan salat malam tersebut sendiri dengan mengajari dan memberikan contoh kepada para sahabat. Rasulullah salat tarawih sendiri karena tidak mau salat tarawih dianggap wajib hukumnya.

Baru kemudian salat tarawih dilakukan berjemaah pada masa Umar bih Khatab ra atas usulnya. Umar beranggapan bahwa salat berjemaah lebih mulia daripada sendiri,

Yang perlu dievaluasi bukan jumlah delapan atau 20 rakaatnya, karena telah jelas bahwa keduanya memiliki landasan yang kuat. Yang lebih memprihatinkan adalah perjalanan salat tarawih di masjid-masjid selalu pasang surut seperti turnamen sepak bola.

Sepuluh hari pertama sebagai babak penyisihan, pesertanya banyak, bahkan sampai membeludak. Sepuluh hari kedua seperti semi final, jamaah mulai mengurang. Hingga 10 hari ketiga layaknya final, jumlah jemaah tinggal satu atau dua baris saja.

Itu makanya, marilah kita tingkatkan keistikamahan dan keikhlasan kita demi rida ilahi. Dengan begitu kita mampu menjalankan dan menghidupkan malam bulan Ramadan, khususnya salat tarawih karena berlomba dalam beribadah itu diharuskan. “Fastabuqul khairat”, demikianlah firman-Nya. Wallahu alam.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

OPINI IB ILHAM MALIK: Tantangan Baru Ibu Kota Negara di Kalimantan

RENCANA pemerintah mendirikan ibu kota negara (IKN) di Kalimantan mendapat tantangan. Baru-baru ini terjadi kerusuhan …