OASE RAMADAN AGUS HERMANTO: Takwa Target Utama Puasa Ramadan


GRAFIS Joe Chaniago | duajurai.co

Dr Agus Hermanto MHI | Dosen Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung

SETIAP amalan yang diperintahkan oleh Allah swt, pastilah mengandung target dan kemaslahatan untuk dicapai oleh hamba-Nya. Begitu juga dengan puasa pada bulan Ramadan.

Sebuah hadis agung yang diriwayatkan langsung oleh Nabi saw dari Rabb-nya: “Setiap amalan manusia adalah untuknya, kecuali puasa. Amalan puasa adalah untuk-Ku.”

Jelas bahwa setiap amalan manusia adalah untuk dirinya sendiri. Sedangkan amalan puasa, Allah khususkan untuk-Nya.

Secara lughawi, takwa berasal dari kata waqa-yaqi-wiqayah yang artinya menjaga diri, menghindari dan menjauhi. Sedangkan pengertian takwa secara istilah adalah takut kepada Allah berdasarkan kesadaran dengan mengerjakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, serta takut terjerumus dalam perbuatan dosa.

Takwa adalah ketika seseorang beramal atas petunjuk Allah, senantiasa taat kepada Allah, karena mengharap rahmat-Nya, dengan cara meninggalkan maksiat karena takut akan siksa-Nya.

Tidaklah seseorang dikatakan mendekatkan diri kepada Allah selain dengan menjalankan kewajiban yang Allah tetapkan dan menunaikan hal-hal yang diperintahkan-Nya.

Tujuan puasa Ramadan adalah membentuk insan yang beriman bertakwa kepada Allah swt, sebagaimana firmannya: “Wahai orang-orang yang beriman telah diwajibkan kepada kalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (al Baqarah: 183)

Ayat ini secara tegas memerintahkan kepada kita untuk berpuasa agar tercapai ketakwaan.

Kalimat ”la’allakumtattaquun” mengandung tiga makna. Pertama agar kita terjaga dari perbuatan-perbuatan yang diharamkan. Kedua, agar kita menjadi lemah. Ketika sedikit makan, maka syahwat juga menjadi lemah. Ketika syahwat melemah maka maksiat juga akan sedikit.
Dan ketiga agar terjaga dari perbuatan-perbuatan yang dilakukan oleh orang-orang sebelum kita, Yahudi dan Nasrani.

Maka sesungguhnya harapan puasa adalah tercapainya tingkat ketakwaan kepada Allah dengan mengaplikasikan apa-apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi apa yang dilarangya-Nya, baik ketika sedang berpuasa maupun setelahnya.

Takwa bukanlah menjadi jaminan bagi orang yang berpuasa, kecuali ia berpuasa dengan sungguh-sungguh. Puasa yang benar akan terpenuhi targetnya, yaitu terjaga dari kemaksiatan, menjadi lemah syahwatnya, serta dapat terhindar dari perbuatan yang dilakukan oleh umat-umat bsebelumnya.

Sesungguhnya puasa merupakan ibadah yang telah disyariatkan kepada umat-umat terdahulu dan kemudian disyariatkan kembali kepada umat Muhammad saw. Semoga kita selalu mendapatkan bimbingan Allah dan dapat tercapai ketakwaan pada bulan suci Ramadan ini. Amin.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

OPINI ADMI SYARIF: Menanti Hadirnya (Harapan) Gubernur Lampung Baru

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) melantik Arinal Djunaidi dan Chusnunia Chalim (Nunik) sebagai Gubernur dan Wakil …