PUASA SANG DUAFA: Kesahajaan Basri Si Pedagang Asongan


BASRI sedang menunggu pembeli rokok di kawasan Stadion Pahoman, Bandar Lampung, Kamis, 16/5/2019. | Umar Robani/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Lelaki itu duduk di bawah pohon. Pakai peci. Janggut dan kumisnya memutih. Ia memangku papan asong yang berisi beberapa rokok.

Kamis sore itu, 16/5/2019, Basri memangkal di kawasan Stadion Pahoman, Bandar Lampung. Ia duduk di pinggir jalan menunggu pembeli rokok, baik ketengan maupun per bungkus. Lelaki berusia 68 tahun tersebut sudah dua tahun jadi pengasong rokok.

Basri tinggal di Gang Langgar, Tanjung Gading. Ia menempati rumah sederhana bersama sang istri. Sedangkan empat anaknya telah berkeluarga. Dua di antaranya baru saja merantau ke Pulau Jawa.

Basri hanya berjualan di kawasan Stadion Pahoman. Ia sudah tak kuat lagi bila berjalan jauh. Sejak memasuki bulan Ramadan, penghasilan Basri tidak begitu banyak. Dalam satu hari, ia hanya mampu menjual sekitar 2-3 bungkus rokok.

“Sepi (pembeli) bulan puasa. Ini saja baru laku satu bungkus dari tadi,” kata Basri dengan bibir tampak bergetar.

BASRI memperlihatkan santunan dari Dompet Duafa Lampung, Kamis, 16/5/2019. | Umar Robani/duajurai.co

Keuntungan pria tersebut tidak begitu besar. Ia hanya memperoleh laba Rp2.000 untuk satu bungkus rokok. Walau begitu, Basri tak mengeluh. Sebaliknya, lelaki yang mengenakan batik itu mengucap syukur.

“Ya cukup saja, alhamdulillah. Tapi, kadang modal juga terpakai untuk kebutuhan (sehari-hari) kalau lagi sepi gini,” ujarnya. “Dahulu saya jadi kuli bangunan, dagang juga. Pokoknya apa saja yang penting halal. Alhamdulillah, semua anak saya lulus sekolah”.

Sebenarnya, Basri dilarang anak-anaknya bekerja. Ia justru diminta untuk tinggal bersama sang anak. Namun, lelaki tua itu tetap ingin berjualan. Ia tak mau merepotkan anak-anaknya yang telah berumah tangga.

“Bukannya saya tidak mau (tinggal) bersama anak-anak. Tapi, saya tidak bisa kalau hanya bergantung kepada mereka (anak-anak). Selagi masih kuat, saya cari sendiri (nafkah),” ucap Basri.(*)

Liputan Puasa Sang Duafa merupakan kerja bareng Dompet Duafa Lampung dengan duajurai.co. Setiap narasumber akan menerima santunan dari Dompet Duafa Lampung. Bagi yang ingin berbagi dapat menyalurkan donasi melalui rekening BNI Syariah 777 1717 009 atas nama Yayasan Dompet Dhuafa Republika Lampung.

Laporan Umar Robani


Komentar

Komentar

Check Also

PUASA SANG DUAFA: Arifin dan 2 Gorengan

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Arus kendaraan di Jalan Ratu Dibalau terlihat ramai pada Jumat petang, 17/5/2019. Banyak …