RS Imanuel Tak Layani Peserta BPJS, Pasien Cuci Darah Ini Terpaksa Bayar Rp1 Juta


SALAH seorang pasien menjalani cuci darah di Ruang Hemodialisis RS Imanuel, Way Halim, Bandar Lampung, Selasa petang, 14/5/2019. Pascaputus kerja sama dengan BPJS Kesehatan, RS Imanuel tak lagi melayani pasien cuci darah yang menjadi peserta BPJS. | Umar Robani/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Keputusan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang menghentikan sementara kerja sama dengan Rumah Sakit (RS) Imanuel ternyata berdampak negatif terhadap peserta BPJS, khususnya pasien cuci darah. Pasalnya, RS Imanuel tak lagi melayani pasien cuci darah yang menjadi peserta BPJS Kesehatan. Sehingga, sang pasien terpaksa membayar secara pribadi.

Hal tersebut sebagaimana yang dialami Jumirah, salah satu keluarga pasien cuci darah. Warga Kalianda, Lampung Selatan, itu terpaksa mengeluarkan uang agar sang kakak bisa menjalani cuci darah di RS Imanuel. Uang yang dikeluarkan keluarga Jumirah untuk sekali cuci darah relatif tak sedikit, yakni Rp1.015.000.

“Ya mau gimana lagi, kalau tidak cuci darah kakak saya drop. Jadi, terpaksa pakai biaya pribadi,” kata Jumirah di RS Imanuel, Way Halim, Bandar Lampung, Selasa sore, 14/5/2019.

Dia mengatakan, awalnya, sang kakak dirawat sekitar lima hari. Kemudian, dokter menyarankan untuk cuci darah. Saat itu, pihak keluarga masih menggunakan uang pribadi.

“Setelah diperbolehkan pulang, kami langsung mengurus kartu BPJS Kesehatan. Alhamdulillah, cuci darah kedua gratis,” ujarnya.

Jumirah menambahkan, kakaknya harus cuci darah minimal satu kali dalam seminggu. Hal tersebut merupakan saran dari dokter.

“Ketika cuci darah yang ketiga, BPJS sudah tidak bisa lagi. Katanya, (RS Imanuel) putus kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Jadi, sampai yang kelima ini, kami pakai biaya pribadi,” kata dia.

Pantauan duajurai.co, hanya tampak dua pasien yang menjalani cuci darah di Ruang Hemodialisis RS Imanuel. Sebaliknya, lebih banyak kasur yang tidak terisi. Tak hanya pasien, jumlah perawat pun tidak banyak. Hanya 2-4 perawat yang tampak di ruang tersebut.

Kondisi itu berbeda dengan keterangan Jumirah. Menurutnya, sebelum putus kerja sama dengan BPJS Kesehatan, semua kasur di Ruang Hemodialisis terisi pasien. Bahkan, ruang tunggu pun ramai keluarga pasien.(*)

Baca juga Pascaputus Kerja Sama dengan BPJS, Ruang Hemodialisis RS Imanuel Sepi Pasien

Laporan Umar Robani


Komentar

Komentar

Check Also

Penggiat Seni Marga Telukbetung Anjang Silau ke Teluk Semaka Tanggamus

KOTA AGUNG, duajurai.co – Penggiat seni Bandar Lampung marga Telukbetung anjang silau (kunjungan) ke Teluk …