Pascaputus Kerja Sama dengan BPJS, Ruang Hemodialisis RS Imanuel Sepi Pasien


RUANG Hemodialisis Rumah Sakit Imanuel, Selasa pagi, 14/5/2019. | Umar Robani/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Ruang Hemodialisis Rumah Sakit (RS) Imanuel tampak sepi pasien cuci darah pascaputus kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Selasa, 14/5/2019. Banyak dari pasien cuci darah pindah ke rumah sakit lain karena diberitahu bahwa tak dilayani setelah tak lagi bekerja sama dengan BPJS.

Pantauan duajurai.co, hanya tiga orang yang terlihat di ruang tunggu hemodialisis, pagi tadi. Mereka merupakan keluarga pasien cuci darah. Ketiganya terlihat bergantian masuk ke ruang cuci darah.

Selain keluarga pasien, sesekali datang perawat ke ruang tunggu itu. Mereka tampak keluar masuk ruang cuci darah. Terkadang, sang perawat duduk bersama keluarga pasien yang sedang berjaga.

BPJS Kesehatan menghentikan sementara kerja sama dengan RS Imanuel per 1 Mei 2019. Alasan penghentian, akreditasi rumah sakit yang terletak di Jalan Soekarno-Hatta, Way Halim, Bandar Lampung, itu telah kedaluwarsa. Akreditasi merupakan syarat wajib sebagai upaya pengoptimalan pelayanan rumah sakit terhadap peserta BPJS.

Pascapenghentian, sejumlah pasien cuci darah mengaku diminta pihak RS Imanuel agar segera mencari rumah sakit lain. Alasannya, mereka tidak akan dilayani. Padahal, pihak BPJS telah meminta agar tetap melayani pasien cuci darah karena termasuk emergency (keadaan darurat).(*)

Baca juga Terima Pasien Cuci Darah yang Pindah, RS Imanuel: Kami akan Koordinasi dengan BPJS

Laporan Umar Robani


Komentar

Komentar

Check Also

Tangani Covid-19, Nanang Minta Dinas Kesehatan Lamsel Fokus 3 Kecamatan

KALIANDA, duajurai.co – Bupati Nanang Ermanto meminta Dinas Kesehatan Lampung Selatan untuk berkonsentrasi di tiga …