KELILING PESANTREN: Ikuti Cara Rasul, Ponpes Bustanul Falah Bebaskan Biaya Mondok


SANTRI Ponpes Bustanul Falah sedang belajar, Senin, 13/5/2019. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pondok Pesantren (Ponpes) Bustanul Falah sama sekali tidak menarik biaya mondok. Santri yang ingin mondok di sana bisa menimba ilmu secara cuma-cuma.

“Santri di sini tidak dipungut bayaran karena kami mengikuti cara rasul. Zaman rasul itu tidak ada yang bayar kalau mau belajar. Matode Salafiyah itu begitu, betul-betul mengikuti metode atau cara rasul yang digunakan kepada sahabat-sahabatnya,” kata pendiri Ponpes Bustanul Falah KH Izuddin kepada duajurai.co di Ponpes Bustanul Falah, Jalan Raden Fattah, Kaliawi, Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung, Senin, 13/5/2019.

Dia mengatakan, santri yang datang tidak perlu bertanya berapa biaya pendaftaran. Selain itu, para orang tua yang hendak mendaftarkan anaknya mondok telah paham bahwa di Ponpes Bustanul hanya belajar Kitab Kuning, tidak ada belajar formal.

“Kalau ada orang tua yang mampu secara ekonomi dan memberi bantuan dana, kami terima. Tapi, bantuan itu tidak mengikat dan tidak mengharuskan biaya untuk siapa pun,” ujarnya.

Izuddin memutuskan tidak memungut biaya sama sekali karena berkeyakinan bahwa para santri itu datang membawa rezeki masing-masing. Begitu juga dengan dirinya, di mana rezekinya sudah diatur Tuhan. Dia hanya ingin ibadah dan berkontribusi bagi masyarakat.

“Yang saya harapkan dari mereka (santri) adalah ketika saya meninggal, ingat saya, doakan saya. Itu harapan saya kepada mereka,” kata dia.

Saat ini, santri yang mondok sebanyak 150 orang. perinciannya, santri perempuan 60 orang, dan santri laki-laki sebanyak 90 orang.

“Santri tidak mukim juga ada. Mereka merupakan warga sekitar dan dari beberapa wilayah di Bandar Lampung. Kalau kumpul semua, totalnya sekitar 50 orang,” ujarnya.

Santri mukim mulai dari usia SMP hingga tak terbatas. Bahkan, terdapat santri yang berusia 50 tahun. Mereka hanya mempelajari agama, tidak belajar ihwal ilmu secara umum.

“Tenaga pengajar hanya saya dan sang adik, Ustaz Dimyati. Kadang dibantu istri untuk khusus mengajar santri perempuan. Misalnya, mengaji yang berhadapan atau praktik ibadah,” kata dia.(*)

Baca juga KELILING PESANTREN: Ponpes Bustanul Falah, Didirikan Sebagai “Obat” di Kaliawi

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Ini Rangkaian Kegiatan Lampung Krakatau Festival 2019

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Lampung Krakatau Festival (LKF) ke-29 tahun 2019 telah dibuka secara resmi …