219 Mahasiswa Itera Ikuti Uji Sertifikasi Pengawas Jasa Konstruksi


MAHASISWA Itera sedang mengikuti Uji Sertifikasi Pelaksana/Pengawas Bidang Jasa Konstruksi di kampus setempat, beberapa waktu lalu. | Itera

JATIAGUNG, duajurai.co – Sebanyak 219 mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera) mengikuti Uji Sertifikasi Pelaksana/Pengawas Bidang Jasa Konstruksi di kampus setempat, Jatiagung, Kabupaten Lampung Selatan, beberapa waktu lalu. Ujian yang bekerja sama dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah II Palembang itu dalam rangka membekali lulusan Itera dengan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI).

Situs Itera yang dikutip pada Senin, 13/5/2019, melaporkan, ratusan mahasiswa yang menjadi peserta uji sertifikasi tersebut berasal dari lima program studi, yaitu Teknik Sipil, Arsitektur, Teknik Geomatika, Teknik Lingkungan, dan Teknik Elektro. Uji Sertifikasi dilaksanakan secara gratis. Jika lulus, mahasiswa akan memiliki Sertifikat Keterampilan (SKT) Tingkat I Pelaksana/Pengawas Bidang Jasa Konstruksi.

Peserta uji sertifikasi dapat memilih jenis sertifikasi yang sesuai Daftar Klasifikasi/Sub-Klasifikasi Tenaga Kerja Terampil Konstruksi. Dengan kata lain, disesuaikan dengan kompetensi bidang ilmu yang dimilikinya. Uji sertifikasi berlangsung secara tertulis. Setelah itu, wawancara dengan asesor dari Lembaga Pengembangan Jasa Kontruksi (LPJK) Wilayah Lampung, sesuai dengan bidang kompetensi peserta.

Ketua Jurusan Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan (JTIK) Itera Rahayu Sulistyorini mengatakan, mahasiswa sebagai calon tenaga kerja konstruksi memperoleh pengetahuan dalam bidang formal melalui ijazah yang dimilikinya. Namun, saat memasuki dunia kerja di sektor jasa konstruksi, selain memiliki pengetahuan, juga perlu memiliki keterampilan agar dapat segera terserap dan memiliki daya saing tinggi. Keterampilan dan sikap kerja tersebut dapat diperoleh melalui pengalaman lapangan, antara lain menjadi pelaksana dan/atau pengawas proyek.

Karena itu, penyelenggaraan Uji Sertifikasi Pelaksana/Pengawas Bidang Jasa Konstruksi bekerja sama dengan perguruan tinggi. Langkah tersebut diharapkan menjadi salah satu solusi bagi lulusan perguruan tinggi untuk memenuhi tingginya kebutuhan tenaga ahli dan tenaga terampil yang kompeten dalam bidang jasa konstruksi.

“Kami berharap, sertifikasi yang diberikan kepada peserta uji lebih memberikan jaminan bagi lulusan dalam memasuki dunia kerja dan usaha di lingkup jasa konstruksi, baik nasional maupun global,” kata dia.

Sebelum mengikuti uji sertifikasi, para peserta mendapat pembekalan dari beberapa narasumber, antara lain Wakil Ketua LPJK Wilayah Lampung I Napoli Situmorang, dan Ketua LP3 Itera Ratna Widyawati. Napoli menyampaikan materi ihwal “Penjelasan Syarat dan Alur Sertifikasi serta Pentingnya Sertifikasi Tingkat Terampil”. Sedangkan Ratna berbicara tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Bidang Konstruksi.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Tahun Ajaran 2019, PPDB SMA di Lampung 90% Kuota Zonasi

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020 menggunakan sistem zonasi dengan kuota …