KELILING PESANTREN: Ponpes Hidayatul Islamiyah Bekali Santri Kemampuan Bermasyarakat


SANTRI Ponpes Hidayatul Islamiyah sedang belajar, Jumat, 10/5/2019. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatul Islamiyah tak hanya mengajarkan ilmu agama dan pengetahuan umum. Tapi, juga membekali para santri dengan keterampilan dan kemampuan bermasyarakat.

“Kami ingin mencetak generasi Imtak (iman dan takwa) dan Imtek (ilmu pengetahuan dan teknologi). Tujuannya, agar ketika santri kembali ke masyarakat, bisa diterima dan bermanfaat. Jadi, kami memfokuskan ilmu kemasyarakatannya,” kata pimpinan Ponpes Hidayatul Islamiyah KH Sukmajaya kepada duajurai.co di Ponpes Hidayatul Islamiyah, Jalan Wan Abdurahman, Sumber Agung, Kemiling, Bandar Lampung, Jumat, 10/5/2019.

Dia menjamin bahwa lulusan ponpesnya adalah orang-orang yang berkualitas. Tidak sombong dan memberikan manfaat untuk orang banyak. Sukmajaya merasa malu bila alumni Ponpes Hidayatul Islamiyah tak bisa apa-apa.

“Jadi, keluar dari pondok harus bisa mandiri, bergaul, tidak sombong, dan baca Alquran bagus. Lulusan sini juga tidak boleh sombong. Tidak akan diakui jika lulusan ada yang sombong. Jadi beban saya kalau ada santri di sini yang tidak bisa dibina,” ujarnya.

Enok Mulyanah, Sekretaris Yayasan Hidayatul Islamiyah, menyatakan, pihaknya membekali para santri dengan berbagai keterampilan. Bidang pertanian, pihaknya mengajari ihwal pembibitan kakao, pembibitan petai, dan melinjo. Pernah tiga kali bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Lampung.

Bidang perkebunan, ponpes memiliki aset perkebunan yang cukup luas, di antaranya kebun durian, kopi, pisang, melinjo, kakao, dan buah-buahan lainnya. Bahkan, pihaknya pernah panen raya jagung bertongkol dua.

“Kami menyewa lahan sekitar lima hektare dengan hasil produksi 6,8 ton. Waktu itu, panen raya dihadiri Menteri Pertanian Sjarifuddin Baharsjah pada 1996,” kata dia.

Untuk bidang agro industri, lanjut putri Sukmajaya itu, pihaknya membuka usaha bubuk kopi. Hal tersebut karena mayoritas warga sekitar ponpes adalah petani kopi. Agroindustri bubuk kopi tersebut berjalan sejak 2003. Kemudian, mendapatkan bantuan pengembangan dari Kementerian Pertanian pada 2006.

“Selain itu, kami juga pernah punya usaha jual beli minyak tanah, membuat koperasi pondok pesantren, dan budi daya jamur tiram. Tapi, gulung tikar karena harga anjlok dan gubuk lokasi budi dayanya kena angin besar,” ujarnya.

AKSI drumben para santri Ponpes Hidayatul Islamiyah, beberapa waktu lalu. | dok. Ponpes Hidayatul Islamiyah

Selanjutnya, ponpes juga pernah membuat pelatihan pembuatan batako untuk para santri. Pelatihan tersebut bekerja sama dengan badan latihan kerja. Lalu, pelatihan penyablonan atau bidang konfeksi, pelatihan menjahit yang pelatihnya adalah para donatur, serta pelatihan pertukangan.

Sementara di bidang perikanan, ponpes memiliki dua kolam. Satu berisi ikan lele, dan satunya gurame. Belum lama ini habis panen.

“Dalam waktu dekat, Kami akan merintis budi daya atau peternakan ayam potong. Nantinya, kami bekerja sama dengan Dinas Peternakan Lampung dan akan dikelola para santri. Pelatihannya sudah dilakukan dua bulan lalu,” kata Enok.

Menurut dosen UIN Raden Intan Lampung itu, keterlibatan langsung para murid dalam unit usaha atau pun pelatihan guna membiasakan mereka bekerja. Juga menambah ilmu pengetahuan dan keterampilan mereka. Itu yang akan menjadi bekal mereka setelah lulus dari ponpes.

“Alhamdulillah, alumnus rata-rata punya keterampilan. Banyak yang sudah berhasil dan membuka usaha sendiri, seperti di bidang konfeksi dengan proyek-proyek cukup besar,” ujarnya.

Di luar itu, ada berbagai ekstrakulikuler yang bisa menjadi ajang murid mengasah dan mempertajam bakat, di antaranya drumben. Kemudian, pramuka, muhadoroh, taekwondo, pencak silat, dan lain-lain.

“Santri juga diikutsertakan dalam lomba dai-daiah RadarTV, setiap Ramadan. Alhamdulillah, utusan kami selalu dapat juara,” kata dia.(*)

Baca juga KELILING PESANTREN: Hidayatul Islamiyah, Ponpes “Petunjuk Islam” di Lampung

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Wagub Nunik Lepas Tim Sepakbola Lampung U-14 Ikuti Kejurnas Piala Menpora

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim melepas Tim Sepakbola Lampung U-14 untuk …