PUASA SANG DUAFA: Bantu Biaya Sekolah Cucu, Munil Jalan Kaki Jual Pempek


MUNIL memperlihatkan santunan dari ACT Lampung, Kamis, 9/5/2019. | Umar Robani/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Perempuan itu duduk di trotoar. Wajahnya berkerut. Di hadapannya tampak dua keranjang berisi pempek dan kemplang. Sesekali, ia melihat kendaraan yang lalu-lalang.

Menjelang buka puasa, Munil masih berjualan di Jalan H Juanda, Pahoman, Bandar Lampung. Nenek berusia 70 tahun itu masih setia menunggu pembeli, Kamis, 9/5/2019. Namun, selama beberapa saat, tak terlihat orang yang membeli dagangannya.

Saban hari, Munil menjajakan kemplang dan pempek di perkantoran pemerintah, Jalan Dr Susilo, Telukbetung. Ia ke sana dengan menumpang angkot dari rumahnya di Jalan Raden Fatah, Kaliawi, Tanjungkarang Pusat. Janda enam anak itu berjualan kemplang dan pempek sejak berusia 25 tahun.

MUNIL sedang menunggu pembeli di Jalan H Juanda, Pahoman, Bandar Lampung, Kamis, 9/5/2019. | Umar Robani/duajurai.co

Dalam satu hari, penghasilan Munil sekitar Rp50 ribu-Rp60 ribu. Selain biaya sehari-hari, hasil keringatnya digunakan untuk membantu biaya sekolah sang cucu. Tiga cucunya masih menempuh pendidikan. Dua di antaranya duduk di bangku SMP, dan satu lagi pelajar SMA.

“Saya bersyukur saja berapa pun pendapatan. Yang penting uang yang diperoleh halal,” kata Munil seraya tersenyum kecil.

Meski bekeliling setiap hari, Munil tetap berpuasa. Bahkan, ia saum di luar bulan Ramadan. Munil selalu berpuasa pada Bulan Rajab dan 10 hari Bulan Syawal. Selain itu, ia juga tak pernah ketinggalan berpuasa Senin-Kamis.

“Ya saya puasa tidak untuk apa-apa, saya itu suka puasa,” ucap Munil.(*)

Liputan Puasa Sang Duafa merupakan kerja bareng ACT Lampung dengan duajurai.co. Narasumber menerima santunan dari ACT Lampung yang bekerja sama dengan Kaliza_Shop.

Laporan Umar Robani


Komentar

Komentar

Check Also

PUASA SANG DUAFA: Nafkahi Anak, Sunarsih Jadi Tukang Cuci Hingga Memulung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Azan subuh belum berkumandang. Sunarsih telah bangun menyiapkan sahur. Di sebuah bedeng di …