KELILING PESANTREN: Padat Kegiatan, Santri Ponpes Madarijul ‘Ulum Sarat Prestasi


PARA santri Madarijul ‘Ulum, Senin, 6/5/2019. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pondok Pesantren (Ponpes) Madarijul ‘Ulum memiliki sebanyak 513 santri. Mereka terdiri dari berbagai usia, mulai dari santri tingkat MTS, madrasah aliah, hingga ma’had aly (perguruan tinggi).

“Asal santrinya dari berbagai daerah, baik di Lampung maupun luar provinsi, seperti Medan, Jambi, Riau, Bengkulu, Palembang. Ada juga dari Jawa dan Kalimantan,” kata pendiri Ponpes Madarijul ‘Ulum KH Ihya Ulumuddin di Ponpes Madarijul ‘Ulum, Kampung Cibiah, Batu Putu, Kecamatan Telukbetung Barat, Kota Bandar Lampung, Senin, 6/5/2019.

Dia mengatakan, semua santri menginap dan difasilitasi. Pihaknya memungut uang makan dari setiap santri sebesar Rp350 ribu per bulan, biaya operasional pesantren Rp150 ribu, dan biaya laundry Rp100 ribu. Sehingga, total Rp600 ribu per bulan.

“Santri yang tidak mampu dan anak yatim digratiskan, ada sebanyak 48 orang,” ujarnya.

Para santri wajib menaati peraturan dan harus disiplin. Kegiatannya hanya belajar dan belajar, yakni sebanyak empat waktu dalam sehari di kelas. Selain itu, bisa mengikuti kegiatan ektrakulikuler, seperti seni baca Alquran, pencak silat, pramuka, senam santri setiap hari Jumat pagi, dan bakti sosial (baksos) kepada masyarakat.

“Setiap setahun sekali, kami ada kegiatan kemah bakti Cinta Rosul. Tahun ini, rencananya di Kelumbayan, Tanggamus. Selain itu, ada juga study tour setahun sekali, dan jalan-jalan ke objek wisata. Kegiatan-kegiatan itu agar santri tidak merasa bosan, dan mengarahkan kegiatan ke arah yang positif,” kata dia.

Ihya melanjutkan, santri tidak boleh secara pribadi keluar tanpa izin. Ada waktunya kunjungan ke pesantren-pesantren. Itu pun setelah ditentukan oleh pengurus. Kegiatannya berupa diskusi dan saling berbagai infomasi di pesantren.

“Pulang ke rumah masing-masing hanya Lebaran selama 25 hari. Selain itu, kalau sakit yang dilengkapi rekomensasi dari dokter. Di sini ada perawat. Kami juga kerja sama dengan sejumlah rumah sakit di Bandar Lampung. Jadi, bila memang santri sakit, baru kami koordinasi dengan orang tua santri,” ujarnya.

Kemudian, ada jadwal jenguk orang tua, yakni satu bulan sekali. Jadwal tersebut dalam rentang tanggal 1-8, di luar hari Jumat. Sebab, pada hari itu, para santri padat kegiatan di luar kelas.

Menurut Ihya, para santri di Ponpes Madarijul Ulum banyak menorehkan prestasi, baik di tingkat provinsi maupun nasional. Ada santri yang mendapat juara pertama Musabaqah Qiroatil Kutub (MQK) tingkat nasional kategori Tafsir Jalalen Putri di Jepara, Jawa Tengah, pada 2017. Dalam momen itu, empat santri lainnya juga meraih juara, yakni cabang Kitab Alfiyah, sejarah, dan Fathul Muin. Kemudian, pernah menjuarai perlombaan yang diadakan oleh PBNU, yaitu juara II pembaca dan penghafal Kitab Alfiyah.

“Yang terbaru, pada tahun ini, kami dapat juara I MTQ dewasa putri. Acara di Tulangbawang Barat. Masih banyak lagi prestasi lainnya, alhamdulillah,” kata dia.(*)

Baca juga KELILING PESANTREN: Madarijul ‘Ulum, Ponpes “Tangganya Ilmu” Pimpinan KH Ihya Ulumuddin

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Teknokra Unila-AJI-Internews Gelar Workshop Hoax Busting 21 September

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Unit Kegiatan Penerbitan Mahasiswa (UKPM) Teknokra Universitas Lampung (Unila) bekerja sama …