KELILING PESANTREN: Madarijul ‘Ulum Satu-satunya Ma’had Aly Berbasis Pesantren di Lampung


PENDIRI Ponpes Madarijul ‘Ulum KH Ihya Ulumuddin | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pondok Pesantren (Ponpes) Madarijul ‘Ulum satu-satunya di Lampung yang mempunyai Ma’had Aly (perguruan tinggi keagamaan berbasis pesantren). Ponpes tersebut terletak di Jalan Wan Abdul Rahman, Gang Simpang Makmur Nomor 1, Kampung Cibiah, Batu Putu, Kecamatan Telukbetung Barat, Kota Bandar Lampung.

Ma’had Aly merupakan perguruan tinggi keagamaan Islam. Ia menyelenggarakan pendidikan akademik dalam bidang penguasaan ilmu agama Islam (tafaqquh fiddin) berbasis kitab kuning.

“Satu-satunya di Lampung dan diakui Kementrian Agama. Program studinya fiqh ushul fiqh, dengan konsentrasi fiqh ikhtishod (fikih ekonomi),” kata pendiri Ponpes Madarijul ‘Ulum KH Ihya Ulumuddin kepada duajurai.co di Ponpes Madarijul ‘Ulum, Senin, 6/5/2019.

Saat ini, lanjut dia, angkatan pertama Ma’had Aly memasuki semester II dengan sebanyak 53 mahasantri. Pihaknya membuka pendaftaran mahasantri baru sejak 1 Mei lalu. Ratusan orang yang mendaftar dari berbagai pondok pesantren di Lampung.

“Syarat untuk menjadi mahasantri Ma’had Aly, di antaranya wajib mahir kitab kuning dan mau tinggal di asrama,” ujarnya.

Selain pendidikan tingkat perguruan tinggi, Ponpes Madarijul ‘Ulum juga memiliki tingkat MTS, dan madrasah aliyah. Adapun yang diajarkan di sana selain ilmu agama, yakni pelajaran umum sama dengan sekolah formal. Misal, bahasa Inggris, bahasa Arab, ilmu pengetahuan alam, dan ilmu pengetahuan sosial.

“Bedanya, kami lebih mengedepankan dan lebih mewarnai pendidikan agamanya. Contohnya, kami libur hari Jumat, bukan Minggu. Kami juga masuk kelas empat kali pertemuan dalam sehari, pagi 6.30-8.30, lalu 9.30-11.30, jam 13-15.30, dan 20.30-23.00 WIB,” kata dia.

Sementara, tingkat madrasah aliyah belajar attafakuh fiddin (pemahaman ilmu agama), seperti ilmu tauhid, fiqh dan ushul. Juga mempelajari ilmu akhlak tasawuf.

Menurut alumnus Madarijul Ulum Banten itu, hal tersebut sudah sejalan dengan visi-misi ponpes. Terlebih, tujuan awalnya mendirikan ponpes adalah agar anak-anak umat Islam paham agama. Dengan memahami, mereka bisa mengamalkan agama.

Dalam konteks formal, ayah sembilan anak itu ingin agar penerus umat Islam jadi orang pintar atau berilmu. Sebab, yang membuat seseorang miskin adalah kebodohan.

“Kalau berilmu itu, artinya satu tangga menjadi orang sukes. Walaupun tidak semua berilmu itu sukses. Tak ada yang sukses, tapi bodoh. Sehingga, mereka akan jadi anak yang bermanfaat bagi kedua orang tua, masyarakat, dan bangsa,” ujar Ihya.(*)

Baca juga KELILING PESANTREN: Padat Kegiatan, Santri Ponpes Madarijul Ulum Sarat Prestasi

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Survei Simulasi Akreditasi, Dinkes Dorong RSUDAM Lampung Raih SNARS

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mendorong Rumah …