Akreditasi Kedaluwarsa, RS Imanuel Diputus Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan


KEPALA BPJS Kesehatan Cabang Bandar Lampung Muhammad Fakhriza saat konferensi pers di kantornya, Kamis, 2/5/2019. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Rumah Sakit (RS) Imanuel diputus sementara kerja samanya dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Hal tersebut karena rumah sakit yang terletak di Jalan Soekarno-Hatta itu telah kedaluwarsa masa akreditasinya.

“Akreditasi itu merupakan syarat wajib, sebagai upaya pengoptimalan pelayanan rumah sakit terhadap peserta (BPJS). Saat ini, RS Imanuel sudah habis masa akreditasinya,” kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bandar Lampung Muhammad Fakhriza saat konferensi pers di kantornya, Kamis, 2/5/2019.

Dia mengatakan, akreditasi sebagai persyaratan bagi rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan seharusnya diberlakukan sejak awal 2014. Namun, memerhatikan kesiapan rumah sakit, ketentuan ini kemudian diperpanjang hingga 1 Januari 2019. Hal itu sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) Nomor 99 Tahun 2015 tentang Perubahan PMK 71/2013 Pasal 41 ayat (3).

“Akreditasi adalah bentuk perlindungan pemerintah dalam memenuhi hak setiap warga negara. Tujuannya, agar mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak dan bermutu dari fasilitas pelayanan kesehatan. Jadi, kebijakan ini sesungguhnya pro masyarakat,” ujarnya.

Menurut Fakhriza, putusnya kerja sama dengan RS Imanuel bukan hal yang dilakukan serta-merta. Sebab, pihak BPJS kesehatan telah memberikan peringatan untuk mengurus akreditasinya.

“RS Imanuel berakhir masa akreditasinya pada 2 Februari 2019. Kami sudah ingatkan jauh hari untuk segera urus akreditasinya,” kata dia.

Fakhriza melanjutkan, secara nasional, sebanyak 270 rumah sakit diberhentikan kerja samanya per 1 Mei 2019. Namun, ada pengecualian terhadap 26 rumah sakit. Alasannya, rumah sakit tersebut hanya satu-satunya di wilayah itu.

“Untuk di Bandar Lampung, rumah sakit Imanuel yang diputus kerja samanya. Tapi, RS Imanuel bukan satu-satunya rumah sakit di Bandar Lampung. Kalau soal kelas B, kami juga punya RSUDAM Lampung dan RS Urip Sumoharjo. Sehingga, tidak ada pertimbangan yang memberatkan untuk tidak diputus kerja sama,” ujarnya.

Atas dasar itu, pasien BPJS dialihkan ke rumah sakit lainnya. Namun, mereka mesti dialihkan ke rumah sakit yang setara. Kendati demikian, RS Imanuel tetap melayani untuk pasien emergency.(*)

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Tangani Covid-19, Nanang Minta Dinas Kesehatan Lamsel Fokus 3 Kecamatan

KALIANDA, duajurai.co – Bupati Nanang Ermanto meminta Dinas Kesehatan Lampung Selatan untuk berkonsentrasi di tiga …