Kecelakaan di Gerbang Tol Bakauheni, IB Ilham Malik Usul Evaluasi Forensik Rekayasa Lalin


DOSEN UBL IB Ilham Malik | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Lampung IB Ilham Malik mengusulkan evaluasi rekayasa lalu lintas (lalin) terkait kecelakaan di gerbang Tol Bakauheni, Lampung Selatan. Kecelakaan tersebut disebabkan radius tikung dan geometrik jalan exit toll terlalu ekstrem, dan terlalu dekat dengan gerbang pemeriksaan kendaraan dan gerbang tiket masuk Pelabuhan Bakauheni.

“Saya mengusulkan agar pada segmen ini dilakukan evaluasi forensik rekayasa lalu lintas dan desain trase yang meliputi evaluasi geometrik jalan dan radius tikung, evaluasi penempatan lokasi gerbang pengecekan kendaraan dan gerbang tiket masuk pelabuhan Bakauheni. Evaluasi dimaksud dengan mempertimbangkan titik awal pengereman kendaraan dan melihat kecepatan rencana dan aktual serta jarak pandang,” kata Ilham melalui keterangan tertulisnya kepada duajurai.co, Minggu, 28/4/2019.

Ahli transportasi dan tata kota itu mengatakan, beberapa kasus kecelakaan di Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) perlu dievaluasi oleh pemegang konsesi jalan tol. Hal ini sebagaimana target yang diharapkan Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT), yakni zero accident (kecelakaan nihil). Pendekatan yang dilakukan bisa dengan rekayasa teknis sederhana, seperti pemasangan pita penggetar di badan jalan agar pengendara mengurangi laju kendaraan.

Bisa pula menutup view ke dermaga Bakauheni di badan jalan tol agar pengendara tetap fokus pada manuver kendaraannya. Memasang lampu peringatan (warning light), atau melakukan rekayasa ekstrem dengan mengurangi persentase geometrik turunan. Opsi apa pun yang diterapkan hendaknya melalui fase forensik lalu lintas.

Menurutnya, evaluasi merupakan hal yang wajar dilakukan dalam setiap pemantapan operasional jalan tol. Karena itu, kasus yang terjadi pada saat ini tidak serta-merta bisa dianggap sebagai bentuk kegagalan desain. Sebab, desain teknis memang memiliki kewajiban untuk selalu dievaluasi. Poin terpenting adalah pihak pemegang konsesi dan pihak pengelola Pelabuhan Bakauheni dapat secara terbuka melakukan evaluasi dan menjalan rekomendasi evaluasi. Sehingga, penyempurnaan infrastruktur pelabuhan dan jalan tol dapat terus berproses.

“Saya menyarankan agar Hutama Karya, BPJT, ASDP, Kemenhub, Pemda Lampung, dan Polda Lampung dapat segera duduk bersama. Tujuannya, untuk menurunkan risiko tinggi kecelakaan lalu lintas di ruas jalan tol secara keseluruhan dan evaluasi kawasan exit toll,” ujarnya.

Tabrakan beruntun terjadi di gerbang tol Pelabuhan Bakauheni, Sabtu, 27/4/2019, sekitar pukul 00.15 WIB. Peristiwa tersebut melibatkan tiga truk yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa. Kendati demikian, pelayanan penyeberangan di Pelabuhan Bakaubeni tetap berjalan normal.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Tangani Covid-19, Nanang Minta Dinas Kesehatan Lamsel Fokus 3 Kecamatan

KALIANDA, duajurai.co – Bupati Nanang Ermanto meminta Dinas Kesehatan Lampung Selatan untuk berkonsentrasi di tiga …