Jaga Eksistensi ODF, Pemkab Pringsewu Canangkan Gebrak STBM Jilid 2


MONITORING dan Evaluasi Tim STBM dalam Pencapaian Universal Akses Bidang Sanitasi, Jumat, 27/4/2019. | YKWS

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pringsewu mencanangkan Gerakan Bersama Masyarakat (Gebrak) Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Jilid 2. Langkah tersebut dalam upaya menjaga eksistensi open defecation free (ODF) dan meningkatkan pilar-pilar STBM.

Hal itu disampaikan Bupati Pringsewu Sujadi Sadad pada monitoring dan evaluasi STBM di Aula Rapat Pemkab setempat, Jumat, 26/4/2019. Rapat dihadiri asisten, ketua APDESI Kabupaten Pringsewu, seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, dan tim STBM kecamatan.

“Kabupaten Pringsewu sudah memiliki Perda Nomor 1 Tahun 2019 tentang STBM Berkelanjutan. Jangan sampai perda tersebut hanya menjadi menara gading. Saya minta setiap pekon punya peraturan untuk menjaga eksistensi ODF dan STBM secara menyeluruh. Pemkab Pringsewu berkomitmen bahwa seluruh rumah tangga memiliki sarana sanitasi atau jamban sehat, tahun ini. Lalu, bisa mendeklarasikan lima pilar STBM pada 2020,” kata Sujadi melalui keterangan tertulis yang diterima duajurai.co, Sabtu, 27/4/2019.

Berdasar data Dinas Kesehatan Pringsewu, masih ada 4,5% atau 4.549 kepala keluarga (KK) yang belum memiliki sarana sanitasi dan masih berstatus menumpang atau akses. Mereka tersebar di sembilan kecamatan.

“Ini yang dikhawatirkan akan kembali lagi pada perilaku open defecation (buang air besar sembarangan,” ujar Kepala Dinkes Pringsewu Purhadi.

Menanggapi data tersebut, Direktur Eksekutif Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) Febrilia Ekawati menyatakan, angka 4,5% tersebut mesti jelas by name by address. Maksudnya, mengklasifikasikan berapa KK yang memang tidak mampu dari sisi pembiayaan, serta dari sisi prilaku masyarakat yang belum saniter. Perlu kembali mengembangkan inovasi gebrakan ODF dan menjalankan monitoring dan evaluasi lapangan secara rutin dengan melakukan penertiban maupun pemicuan.

“Untuk itu, komitmen seluruh para pihak yang harus terus dijalankan, dari apa yang sudah menjadi keputusan pemerintah agar Pringsewu tetap eksis menjadi kabupaten STBM,” kata dia.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Mahad Aljamiah UIN Raden Intan Rayakan Maulid Nabi dengan Pawai Obor

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Ratusan mahasantri Mahad Aljamiah UIN Raden Intan Lampung merayakan maulid Nabi …