OPINI RIYAN HIDAYATULLAH: Praktisi Musik Lampung Masa Depan


PEMAIN musik | ilustrasi/ist

 

Riyan Hidayatullah, Dosen PSPM Unila | Unila

UNIVERSITAS Lampung (Unila) telah memiliki Program Studi Pendidikan Musik (PSPM). Sebelum PSPM dibuka, didahului oleh Program Studi Pendidikan Seni Tari yang saat ini terakreditasi B. Selama ini, Program Studi Pendidikan Seni Tari menerima mahasiswa dengan latar belakang keterampilan tari, teater, dan musik. Jumlah peminat pada konsenterasi musik tidak bisa dikatakan sedikit. Ini juga yang mendasari untuk percepatan pembukaan PSPM Unila.

Sebagai sebuah lembaga pertama yang mencetak calon guru musik di Lampung, PSPM juga memiliki kurikulum peminatan yang dipersiapkan untuk bersaing pada era revolusi industri 4.0. Beberapa di antaranya memiliki kompetensi dalam bidang penyajian musik (komposer, dirijen, arranger), peneliti (penulis, pengkajian, pengamat musik), dan tata kelola (EO, pengusaha musik, pembuat instrumen).

Melalui sebaran kurikulum yang sesuai, PSPM Unila akan mampu menjawab kebutuhan ihwal tenaga pengajar di Lampung. Berbekal keahlian tambahan dalam setiap mata kuliahnya, para calon sarjana pendidikan musik tidak hanya dibekali tentang kemampuan pedagogi dan keterampilan. Tapi, juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Mahasiswa PSPM mulai diperkenalkan dengan teknologi dan hasil riset mutakhir agar mengetahui isu-isu global pada bidang musik. Melalui kemampuan tambahan pula, mahasiswa dapat bersaing dengan sarjana-sarjana musik dari daerah lain. Kemampuan tambahan (baca:soft skill) tersebut merupakan penunjang keterampilan bermusik dari masing-masing orang. Dalam pembelajaran di kelas, mahasiswa selalu dituntut terbiasa berkomunikasi dengan baik, memecahkan masalah atau tugas-tugas yang diberikan oleh para dosen, dan menguasai bahasa asing.

Dalam bidang riset, PSPM juga mempersiapkan mahasiswa untuk dapat melestarikan dan mengembangkan musik, baik tradisional Lampung maupun musik barat. Musik tradisional merupakan mata kuliah yang mendapat perhatian khusus para dosen PSPM. Sebab, hal tersebut merupakan representasi budaya nusantara, khususnya Lampung, yang dapat ditawarkan di kancah internasional. Terlepas dari peminatan yang dipilih oleh mahasiswa PSPM, luarannya harus dapat bersinergi untuk membangun Lampung sehingga dapat dikenal secara luas.

Selain menjadi pusat pembelajaran, PSPM Unila juga harus menjadi pusat pengembangan ilmu dalam bidang pendidikan musik dan kebudayaan Lampung. Melalui literasi, para mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen budaya dan melakukan penelitian ke berbagai daerah di Lampung. Melalui metodologi yang sesuai, riset-riset akan diarahkan kepada isu-isu musik yang strategis. Sehingga, hasilnya mampu memberikan manfaat seluas-luasnya bagi keberlangsungan ekologi musik dan pendidikan musik di Lampung.

Lampung merupakan provinsi yang besar dan memiliki keragaman budaya, khususnya musik. Untuk dapat membangun tradisi keilmuwan yang kuat, perlu kerja sama dengan beberapa pihak dan stakeholder. Harapannya, agar program-program yang disusun tidak berjalan satu arah. Misalnya, para mahasiswa perlu bersinergi dengan para pelaku budaya dan praktisi musik Lampung untuk saling menggali ilmu, melakukan kolaborasi, dan membuat wadah-wadah komunitas musik ini hidup dan bertumbuh. Semoga!(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Wujudkan Pelayanan Prima, Pemprov Lampung Perkuat Kelembagaan PTSP

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus memperkuat penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu …