CATATAN EKO KUSWANTO: Pemilu 2019 di Lampung, Bulan “Perang” dan Hangat


PEMUNGUTAN suara | ilustrasi/ist
DIREKTUR Eksekutif Rakata Institute Eko Kuswanto | Imelda Astari/duajurai.co

SEPERTI layaknya “perang”, mobilisasi pasukan baik di udara dan darat dilakukan oleh para kandidat, khususnya dalam kontestasi Pilpres 2019 di Lampung. Perang udara yang super ingar-bingar (bahkan cenderung gaduh dan kurang produktif) melalui dunia maya berlanjut ke “perang” darat. Mobilisasi pendukung kedua paslon menuju TPS-TPS sangat tinggi.

Tua muda, laki-laki perempuan, dari berbagai profesi meramaikan TPS. Petugas pun tampak kewalahan melayani para pemilih. Rerata perlu waktu 3 hingga 4 menit (terlama hampir 5 menit, tercepat 1,5 menit) bagi para pemilih menyalurkan haknya dalam berdemokrasi. Hasil dari “perang darat” ini adalah tingkat partisipasi yang luar biasa tinggi. Mencapai 83% di Lampung. Melebihi target KPU yang mencanangkan 77,5% tingkat partisipasi pemilih dan biasanya sulit dicapai saat pilkada dan pileg lima tahun silam.

Antusiasme yang tinggi ini adalah bukti kesuksesan pesta demokrasi kali ini. Salut untuk penyelenggara, kandidat, parpol, media massa, dan tentunya masyarakat yang berhasil membuat Pemilu 2019 hangat dan sukses.

Hasil hitung cepat pilpres di Lampung menunjukkan bahwa paslon 01 lebih unggul dibandingkan paslon 02. Keunggulan 01 ada pada 11 kabupaten/kota, sedangkan 02 unggul di Kota Bandar Lampung, Tanggamus, dan Lampung Utara. Khusus untuk Pesisir Barat, kami masih nyatakan draw/seri. Sebab, hasilnya masih berada pada rentang margin of error. Fenomena menarik adalah apa yang terjadi di Lampung umumnya adalah gambaran mini untuk hasil pilpres secara nasional. Seperti lima tahun lalu pun demikian.

Berdasarkan hasil hitung cepat, empat senator yang akan mewakili Lampung diprediksi adalah Jihan Nurlela, Abdul Hakim, Ahmad Bastian SY, dan senator keempatnya (karena elektabilitasnya masih bertumpuk pada rentang yang sama) akan diperebutkan oleh Bustami Zainuddin, M Alzier Dianis T, Anang Prihantoro, Andi Surya, dan Taufik Hidayat.

PDIP menjadi partai pemenang pada Pemilu 2019 di Provinsi Lampung. Parpol baru belum bisa menempatkan wakilnya di DPR RI.

Sebanyak 60% legislator yang lolos ke Senayan diprediksi akan tetap diisi wajah-wajah lama, dan terdapat 40% pendatang baru. Dari sejumlah itu sesuai prediksi sebelumnya bahwa keterwakilan perempuan masih minim. Hanya 1/4 senator dan 3/20 legislator pusat akan diisi perempuan. Artinya, hanya 4/24 wakil rakyat Lampung menuju Senayan adalah perempuan, atau setara 1/6 alias 16,67%. Disimpulkan minim karena kuota perempuan dalam parlemen dijatah 30%, hanya separuh dari target yang diharapkan. Belum lagi jika melihat data bahwa porsi pemilih perempuan adalah 50% dari total seluruh pemilih maka angka keterwakilan ini menjadi sangat minim lagi.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

OPINI SYAFARUDIN RAHMAN: OTT KPK, Pencegahan, dan Drama Kancil? 

  KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap dua jaksa, yakni jaksa …