Usung Konsep IT, Global Surya Jadi National Plus School with Islamic Philosophy


SARASEHAN Global Surya Islamic School (GSIS) “Mewujudkan Pendidikan yang Islami, Berkarakter Menghadapi Tantangan Abad 21”. | ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Global Surya Islamic School (GSIS) menggelar sarasehan bertemakan “Mewujudkan Pendidikan yang Islami, Berkarakter Menghadapi Tantangan Abad 21”. Kegiatan tersebut dalam menyongsong perubahan GSIS menuju konsep Islam terpadu yang didasari Alquran dan Assunah.

Dalam rilis yang diterima duajurai.co disebutkan, sarasehan yang diikuti orangtua siswa diisi oleh tiga pendidik senior Lampung yang juga anggota Tim Penjaminan Mutu GSIS. Mereka ialah Imam Santoso, Haryanto dan Banjir Sihite.

Ketua Yayasan GSIS Dr Andi Surya menjelaskan, GSIS sedang melakukan penguatan kurikulum menjadi berwawasan islami dari sebelumnya nasional plus yang berwawasan internasional.

“Kalau selama ini, tagline Global Surya School National Plus School with International Outloox, sekarang berubah menjadi National Plus School with Islamic Philosophy,” terang Andi Surya dalam sambutannya di ruang pertemuan GSIS, Sabtu, 20/4/2019.

“Selanjutnya kurikulum nasional plus GSIS berlandaskan kepada ajaran Alquran dan Assunnah. Targetnya anak-anak kita memiliki akhlak mulia islami dalam menghadapi tantangan abad 21. Itu garansi yang akan kami berikan. Ditambah juga dengan tenaga pendidik yang lebih profesional,” ujar Andi.

Drs Haryanto MSi mengungkapkan, kurikulum yang abadi seharusnya kurikulum yang dapat digunakan untuk mendidik anak-anak, yaitu bersumber dari Alquran dan Assunnah.

“Kurikulum yang berdasarkan Alquran dan Assunnah untuk menyiapkan generasi ke depan yang berakhlak mulia. Insya Allah itu abadi, dan menjamin,” katanya.

Ia menuturkan, yang terpenting dalam pendidikan anak-anak adalah peran orang tua. Tak cukup mengandalkan lembaga penduidikan untuk membuat pendidikan anak menjadi bagus.

Sementara, Drs Banjir Sihite MPd menjelaskan, standar mutu atau standar kelulusan GSIS di jenjang SD di antaranya terampil baca Alquran, memiliki hafalan minimal satu juz, dapat melakukan salat, serta sopan santun.

“Sedangkan di jenjang SMA kami harapkan, siswa mampu memahami makna-makna dari ayat pendek Alquran, hafalan Alquran minimal 4 juz, memahami dan memiliki hafalan hadis-hadis arbain, dan terampil bahasa asing seperti bahasa Inggris dan Arab,” terang Banjir.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

219 Mahasiswa Itera Ikuti Uji Sertifikasi Pengawas Jasa Konstruksi

JATIAGUNG, duajurai.co – Sebanyak 219 mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera) mengikuti Uji Sertifikasi Pelaksana/Pengawas Bidang …