Sikapi Hasil Quick Count Rakata Institute, Andi Surya: Ada Anomali di Segmen DPD RI


Anggota DPD RI Andi Surya usai menyalurkan hak pilihnya pada Pemilu 2019 / ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Petahana Anggota Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RI Andi Surya menyikapi hasil quick count Rakata Intitute pada pemilu 2019. Hasil hitung cepat Rakata menempatkan Andi Surya berada posisi ke-7 di deretan calon DPD RI dapil Lampung.

Menurut Andi, hasil hitung cepat tersebut berbeda dengan hasil survei elektabilitas Rakata pada akhir Maret 2019 lalu, yang menempatkannya pada peringkat ke-2.

“Saya bersikap positif terhadap quick count Rakata, namun perlu saya terangkan bahwa hampir seluruh teman-teman yang melapor dan mengirim rekaman hasil C1 Plano TPS, menunjukkan suara saya rerata masuk peringkat 4 besar,” kata Andi Surya melalui rilisnya.

Menurut pemilik Yayasan Mitra Lampung itu, di wilayah-wilayah yang menjadi basis suaranya, serta di wilayah tertentu, jumlah suaranya cukup besar. “Memang ada sebagian wilayah suara saya kurang, namun rata-rata masuk dalam hitungan unggul,” katanya.

Andi merasa heran dengan hasil hitung cepat yang tak sejalan dengan hasil survei elektabilitasnya pada Maret 2019 lalu. “Makanya heran, kok  quick count Rakata menempatkan saya pada posisi peringkat 7, sementara calon-calon lain cenderung konsisten dan stabil pada peringkatnya. Khusus untuk saya, terjadi deviasi yang tidak normal atau anomali,” ujar Andi.

Ia mempertanyakan metodologi yang dipakai Rakata Institute sehingga tidak konsisten antara hasil survei elektabilitas dengan hasil hitung cepatnya. “Jika pun terjadi deviasi, biasanya penyimpangan tidak terlalu tinggi. Silahkan masyarakat menilai sendiri,” tambahnya.

Menurut Andi, dirinya merupakan inkumben yang bekerja aktif dalam menyuarakan aspirasi rakyat Lampung secara nasional.

“Banner-banner saya tersebar luas, basis saya jelas. Pertemuan massa juga sering saya lakukan. Artinya, gerakan saya cukup agresif dalam masa kampanye,” tukas Andi.

Ia menambahkan, opini yang sekarang terbentuk dari hasil hitung cepat perlu disikapi dengan cerdas agar KPU dan Bawaslu waspada.

“Jangan sampai merugikan para caleg dalam perhitungan manual KPU saat ini. Bagi saya, menang kalah dalam pemilu hal biasa. Tapi mari kita berbuat jujur dan adil dalam pesta demokrasi di Lampung ini,” kata dia.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

OPINI RIYAN HIDAYATULLAH: Praktisi Musik Lampung Masa Depan

  UNIVERSITAS Lampung (Unila) telah memiliki Program Studi Pendidikan Musik (PSPM). Sebelum PSPM dibuka, didahului …