OPINI GINO VANOLIE: Gubernur Terpilih dan Citra Baru Lampung


GRAFIS Joe Chaniago/duajurai.co

Gino Vanolie | pemerhati pendidikan, aktivis FMGI Lampung

CITRA buruk sebagai “kampung begal” sungguh membuat warga Lampung sangat tidak nyaman. Stigma yang terbangun bersama pemberitaan media massa baik cetak, elektronik, maupun media sosial, yang berulang dalam waktu yang lama, membuat citra Lampung sebagai kampung begal seolah menjadi sebuah kebenaran.

Terjadinya sejumlah peristiwa kriminalitas di wilayah Jabodetabek, yang kebetulan oknum pelakunya ber-KTP Lampung, semakin meneguhkan citra minor tersebut.

Padahal sesungguhnya, tindakan tersebut bisa dilakukan oleh siapa saja dan yang berasal dari daerah mana saja. Stigma demikian, tentu sangat merugikan bagi masyarakat Lampung secara menyeluruh.

Kalau kita telisik lebih mendalam, masyarakat Lampung sejatinya punya karakter khas yang kuat yaitu piil pesenggiri. Ini terwujud dalam beberapa karakter khas yaitu nemui nyimah (terbuka), nengah nyappur (pandai bergaul), sakai sambayan (suka bergotong royong) dan juluk adok (punya gelar/adok).

Internalisasi piil pesenggiri yang kental mendorong orang Lampung menjadi sosok dengan jiwa yang kuat, pekerja keras, bersemangat untuk maju, dan merasa malu melakukan sesuatu yang tidak baik. Oleh karenanya, jika hari ini Lampung punya citra yang buruk, tentu ini merupakan sebuah anomali.

Salah satu dampak langsung citra negatif ini, muda mudi ber-KTP Lampung yang merantau untuk mencari kerja, sering mengalami kesulitan mendapatkan pekerjaan di wilayah Jabodetabek. Pihak perusahaan kadang sudah berlaku skeptis dan sinis saat mengetahui pelamar berasal dari Lampung.

Perlakuan demikian tentu sungguh tidak mengenakkan dan merugikan. Mirisnya, melihat realitas ini, banyak pihak seolah hanya terperangah sambil berguman tak percaya.

Berbagai pemangku kepentingan baik pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga lembaga swadaya masyarakat, pers, dan pihak-pihak lain yang berkompeten cenderung tidak berinisiatif untuk mengambil langkah penyelesaian.

Peristiwa demi peristiwa terus berulang bagai tiada perhatian untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi, apa yang menjadi akar masalahnya, dan bagaimana solusi terbaik yang mesti diambil.

Dalam situasi ini, masyarakat Lampung sangat berharap kepada gubernur terpilih yang sebentar lagi dilantik. Sang gubernur diharapkan nantinya segera mengambil langkah konkret untuk membangun citra baru Lampung yang membanggakan bagi semua.

Dalam upaya ini, pemerintah daerah dapat bersinergi dengan para pakar lintas keilmuan dari perguruan tinggi untuk melakukan kajian mendalam, mendiagnosis persoalan hingga ditemukan solusi konkret yang tepat dan cepat.

Simultan dengan langkah tersebut, gubernur dapat menggelar sarasehan dengan mengundang perwakilan masyarakat Lampung, khususnya yang bermukim di wilayah Jabodetabek. Perlu juga dihadirkan gubernur, wali kota dan bupati di wilayah tersebut guna dibangun komitmen bersama bahwa warga Lampung siap untuk memerangi tindakan kriminalitas dan bekerja dengan baik di tanah seberang.

Pemerintah Provinsi Lampung bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/ kota juga perlu segera melakukan pemberdayaan dan penguatan kembali lembaga adat di daerah-daerah. Dengan penguatan dan pemberdayaan lembaga adat kita bisa berharap nilai-nilai dan karakter luhur piil pesenggiri dapat diimplementasikan dengan baik.

Dengan demikian, ke depan jika ada oknum warga yang melakukan tindakan menyimpang, masyarakat adat lah yang mengambil langkah terdepan. Sungguh, kita punya kearifan lokal yang bisa didorong untuk ikut mengambil peran dalam penyelesaian persoalan.

Penanaman dan internalisasi nilai-nilai piil pesenggiri juga akan sangat efektif jika dilakukan melalui lembaga pendidikan. Tanpa diagnosis dan langkah yang tepat, cepat, serta simultan untuk membangun citra baru yang positif dan membanggakan, maka citra Lampung yang buruk akan menjadi hantu penghambat bagi kemajuan “pintu gerbang Sumatra” ini.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

OPINI IB Ilham Malik: Pengusaha Batu Bara Harus Ubah Sistem Angkutan

Oleh Dr Eng IB Ilham Malik ST MT ATU | Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah …