Kuliah Umum, Bachtiar Basri Minta Pemimpin Budayakan Membaca


WAKIL Gubernur Lampung Bachtiar Basri (tiga dari kiri) saat kuliah umum Latihan Kepemimpinan Management Mahasiswa (LKMM) di STKIP Muhammadiyah, Kotabumi, Lampung Utara, Senin, 15/4/2019. | Humas Pemprov Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri meminta seorang pemimpin mesti membudayakan membaca. Ketika seseorang sering membaca, maka dia mampu menjadi pemimpin yang banyak ilmu dan tentu bertalenta.

Hal tersebut disampaikan Bachtiar saat kuliah umum Latihan Kepemimpinan Management Mahasiswa (LKMM). Kuliah tersebut berlangsung di STKIP Muhammadiyah, Kotabumi, Lampung Utara, Senin, 15/4/2019.

“Untuk membentuk pemimpin pada era industri 4.0, kunci awalnya adalah bagaimana membentuk bangsa ini dengan menjadikan budaya membaca sebagai kewajiban yang harus dilakukan setiap orang,” kata dia melalui keterangan tertulis yang diterima duajurai.co, Selasa, 16/4/2019.

Untuk itu, salah satu upaya Pemprov Lampung dalam mendukung budaya literasi adalah dengan membangun perpustakan modern. Langkah tersebut diharapkan dapat menumbuhkan dan mengembangkan minat baca masyarakat Lampung. Sebab, untuk bisa bersaing, mesti mempu meningkatkan dan mengembangkan minat baca.

Bachtiar mengatakan, seorang pemimpin harus mampu menjadi guru. Artinya, pemimpin itu harus berilmu dan berkarakter. Pemimpin sebagai teman berarti menjadi sosok pemimpin yang baik dan tidak sombong. Pemimpin sebagai pelayan berarti sosok pemimpin yang harus memberikan teladan, pemimpin yang rendah hati, dipercaya, dan bertanggung jawab.

Pada kesempatan tersebut, dia berpesan agar STKIP Muhammadiyah Kotabumi terus berperan menyediakan perpustakan. Juga tempat membaca yang baik dalam menumbuhkan minat baca mahasiswa.

“Dengan tumbuhanya minat baca di STKIP Muhammadiyah diharapkan mampu membentuk pemimpin-pemimpin yang hebat bagi bangsa Indonesia nantinya,” ujar dia.

Bachtiar menambahkan, seorang pemimpin harus mampu menjadi guru. Artinya, pemimpin itu mesti berilmu dan berkarakter. Pemimpin sebagai teman berarti menjadi sosok pemimpin yang baik dan tidak sombong. Pemimpin sebagai pelayan berarti sosok pemimpin yang harus memberikan teladan, pemimpin yang rendah hati, dipercaya, dan bertanggung jawab.

Hal serupa disampaikan Asisten Perekonomian Pembangunan Kesra Pemkab Lampung Utara Toto Sumedi. Dia menyatakan, sebagai pemimpin yang berkarakter hendaknya disertai tindakan dan perilaku yang cerdas. Salah satu caranya, dengan banyak membaca dan mempelajari berbagai referensi disiplin ilmu.

“Generasi muda, khususnya adik-adik mahasiswa harus memiliki pengetahuan, menguasai teknologi, mempunyai keterampilan teknis dan kecakapan hidup yang memadai. Selain itu, memiliki jiwa kepemimpinan untuk membangun kemandirian bangsa dengan banyak membaca dan mempelajari dari berbagai sumber referensi,” kata dia.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Inacraft, Dekranasda Lampung Selatan Pamerkan Produk Kreatif Pengrajin Lokal

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Lampung Selatan menampilkan berbagai produk unggulan …