Pleidoi, Zainudin Hasan Bantah Perintahkan Hermansyah Atur Lelang


BUPATI Lampung Selatan nonaktif Zainudin Hasan menyampaikan pembelaan saat sidang di PN Tipikor Tanjungkarang, Bandar Lampung, Senin, 15/4/2019. Zainudin menjadi terdakwa dalam perkara korupsi proyek di Dinas PU-PR Lampung Selatan. | Umar Robani/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Bupati Lampung Selatan nonaktif Zainudin Hasan menyampaikan pleidoi terkait perkara korupsi proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) setempat. Dalam pembelaannya, terdakwa membantah memerintahkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PU-PR Lampung Selatan Hermansyah Hamidi untuk mengatur lelang.

“Klien kami tidak terlibat dalam floating proyek. Juga tidak pernah menyuruh Hermansyah untuk mengatur lelang. Hal tersebut bertolak belakang seperti dakwaan jaksa penuntut umum (JPU),” kata Robinson, kuasa hukum Zainudin, saat sidang di Ruang Bagir Manan Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Tanjungkarang, Bandar Lampung, Senin, 15/4/2019.

Dia mengatakan, praktik floating proyek tidak terjadi pada pemerintahan Zainudin. Namun, sudah terjadi sejak pemerintahan sebelumnya. Meski demikian, Robinson tidak merinci hal dimaksudnya.

“Tuntutan jaksa terlalu berat. Kami berharap, pleidoi ini dapat menjadi pertimbangan majelis hakim,” ujarnya.

Jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) menuntut Zainudin Hasan selama 15 tahun penjara dalam perkara korupsi proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Lampung Selatan. Selain itu, dia juga dikenakan denda Rp500 juta dengan subsider lima bulan kurungan.(*)

Baca juga Listrik Padam, Sidang Pleidoi Zainudin Hasan Ditunda 2 Jam

Laporan Umar Robani


Komentar

Komentar

Check Also

Zainudin Hasan Divonis 12 Tahun, Kuasa Hukum: Terlalu Tinggi

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pihak kuasa hukum menilai, vonis 12 tahun penjara terhadap Zainudin Hasan masih terlalu …