Listrik Padam, Sidang Pleidoi Zainudin Hasan Ditunda 2 Jam


SIDANG pleidoi terdakwa Bupati Lampung Selatan nonaktif Zainudin Hasan ditunda sekitar dua jam gara-gara padam listrik, Senin, 15/4/2019. | Umar Robani/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Tanjungkarang kembali menyidangkan perkara korupsi proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Lampung Selatan, Senin, 15/4/2019. Namun, sidang dengan agenda pleidoi dengan terdakwa Bupati Lampung Selatan nonaktif Zainudin Hasan itu ditunda sekitar dua jam gara-gara pemadaman listrik.

Pantauan duajurai.co, sebelum sidang, listrik di Ruang Bagir Manan PN Tanjungkarang tampak padam. Namun, hal tersebut dapat diatasi pihak PN. Setelah listrik telah menyala majelis hakim pun membuka persidangan.

Namun, baru saja Zainudin ingin menyampaikan keberatan, tiba-tiba listrik di ruang tersebut kembali padam. Sontak, adik Ketua MPR Zulkifli Hasan itu menghentikan pembelaannya. Kemudian, hakim ketua menskors persidangan.

Belum lima menit, aliran listrik kembali menyala. Majelis hakim pun melanjutkan persidangan. Namun, baru saja sidang dilanjutkan, aliran listrik terputus lagi.

Pemadaman yang kedua berlangsung relatif lama, yakni sekitar 10 menit. Hal tersebut membuat majelis hakim mengeluarkan keputusan tunda. Sidang pun ditunda pada pukul 11.00, dan dilanjutkan pada pukul 13.00 WIB.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) menuntut Zainudin Hasan selama 15 tahun penjara dalam perkara korupsi proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Lampung Selatan. Selain itu, dia juga dikenakan denda Rp500 juta dengan subsider lima bulan kurungan.(*)

Baca juga Zainudin Hasan Dituntut 15 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: Kami akan Berikan Fakta Baru

Laporan Umar Robani


Komentar

Komentar

Check Also

Kejati Lampung Roadshow Pelayanan Hukum Gratis di Mall Boemi Kedaton

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung menggelar Roadshow Pos Pelayanan Hukum dan Penerimaan Pengaduan Masyarakat …