Beritakan Mobil Bergambar Pasangan Capres Masuk Kampus, Jurnalis Teknokra Diintimidasi


Fakultas Hukum Universitas Lampung | Facebook Fakultas Hukum Unila

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Jurnalis Teknokra Alfanny Pratama Fauzi mengalami intimidasi yang diduga dilakukan beberapa mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Lampung (Unila). Tindak kekerasan dan intimidasi hingga intervensi itu terjadi saat Alfanny hendak mengonfirmasi pemilik mobil bergambar salah satu pasangan capres-cawapres yang terparkir di kompleks Fakultas Hukum Unila, Bandar Lampung, Sabtu lalu, 13 April 2019.

Berdasar rilis dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung, saat kejadian, di Fakultas Hukum Unila sedang berlangsung Seminar Nasional dengan tema “Pemilu Serentak: Potensi Ledakan Sengketa dan Konflik Pasca Pemilu”. Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, perwakilan KPU Lampung, serta Bawaslu. Seminar dimaksud diselenggarakan Unit Kegiatan Mahasiswa Pengkaji Masalah Hukum (UKM Mahkamah) Fakultas Hukum Unila.

Awalnya, beredar informasi di media sosial (medsos) yang menyebut ada mobil bergambar salah satu pasangan capres-cawapres terparkir di sekitar Fakultas Hukum Unila. Akun medsos dimaksud mempertanyakan mobil bergambar capres tersebut. Jurnalis Teknokra Mitha Setiani Asih ke lokasi untuk memastikan informasi itu.

Mitha kemudian memfoto mobil tersebut dan mewawancarai mahasiswa serta satpam.  Namun, saat mengetik berita, ponsel Mitha habis baterai. Dia pun pulang ke indekos di kawasan Kampung Baru untuk mengecas. Alfanny kemudian menggantikan Mitha ke Fakultas Hukum untuk mendapatkan konfirmasi kepada pemilik kendaraan agar berita lebih berimbang.

Anggota AJI Bandar Lampung itu juga mewawancarai salah satu panitia seminar yang berupaya menutup gambar capres pada mobil tersebut dengan koran. Saat menunggu di dekat halaman parkir gedung dekanat Fakultas Hukum Unila, Alfanny ditelepon oleh nomor yang tidak dikenal dan menanyakan lokasinya berada. Alfanny menjawab di gazebo Fakultas Hukum. Tiba-tiba datang empat mahasiswa Fakultas Hukum Unila menghampiri Pemimpin Umum Teknokra itu.

Mahasiswa tersebut langsung memegang leher Alfanny sembari menanyakan maksud Teknokra menerbitkan breaking news di Instagram berjudul “Satu Unit Mobil Berstiker Salah Satu Pasangan Capres Terparkir di FH”. Mahasiswa lain menyampaikan, “Saya enggak suka gaya kamu nerbitkan berita gitu”.

Alfanny terus merekam aksi mahasiswa yang mendekati dirinya untuk mencegah kekerasan fisik yang lebih parah. Seorang satpam kemudian membantu melerai dan membawa ke dalam gedung dekanat Fakultas Hukum didampingi dosen.

Dosen itu juga menanyakan terkait berita itu kenapa bisa terbit. Alfanny sempat mengaktifkan video ponsel untuk berjaga-jaga, tapi diminta untuk dimatikan. Dosen dan mahasiwa menanyakan identitas Alfany, KTP dan kartu pers. Namun, Alfany mengaku semua identitasnya ada di sekretariat Teknokra yang tidak jauh dari gedung Fakultas Hukum.

Akhirnya dosen yang belakangan diketahui bernama Bayu Sujadmiko dan mahasiswa Fakultas Hukum bersama Alfanny ke sekretariat Teknokra. Alfanny menyerahkan kartu pers Teknokra, tapi tidak dengan kartu tanda mahasiswa (KTM). Mereka ingin memastikan bahwa Alfany adalah mahasiswa Unila. Mitha kemudian datang ke sekretariat Teknokra. Mitha juga diminta menunjukkan kartu pers dan KTM. Mereka kemudian memfoto KTM dan kertu pers tersebut.

Setelah jurnalis Teknokra berembuk dengan mahasiswa FH, kedua belah pihak sepakat saling meminta maaf. Kendati demikian, mahasiswa Fakultas Hukum tetap mencoba mengintervensi agar breaking news tersebut dicabut. Namun, jurnalis Teknokra menolak permintaan tersebut.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Panggung Sastra Lampung, Komite Sastra DKL Luncurkan 2 Buku Sastra

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Komite Sastra Dewan Kesenian Lampunh (DKL) mengadakan Panggung Sastra Lampung, Sabtu, …