AJI Bandar Lampung Kecam Intimidasi Terhadap Jurnalis Teknokra


KETUA AJI Bandar Lampung Padli Ramdan | Akun Facebook Adan Padli 

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung mengecam tindakan kekerasan dan intimidasi terhadap jurnalis mahasiswa Tenokra Alfanny Pratama. Alfanny yang notabene anggota AJI itu mengalami intimidasi saat hendak meminta konfirmasi terkait mobil bergambar salah satu pasangan capres-cawapres terparkir di sekitar Fakultas Hukum Universitas Lampung (Unila).

“Tindakan memegang leher (Alfanny) disertai upaya intimidasi merupakan kekerasan terhadap aktivitas wartawan dan melangggar kebebasan pers,” kata Ketua AJI Bandar Lampung Padli Ramdan melalui keterangan tertulis yang diterima duajurai.co, Minggu, 14/4/2019.

Dia mengatakan, desakan untuk menghapus berita adalah bentuk intervensi kepada media dan melanggara Pasal 4 ayat (2) UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Pasal dimaksud menyebut bahwa pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pemberedelan atau pelarangan penyiaran. Upaya menghalang-halangi kerja jurnalistik, mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan berita serta penyensoran merupakan tindakan pidana.

Menurut Redaktur Lampung Post itu, aktivitas pers mahasiswa merupakan bagian dari kebebasan berpendapat dan berekspresi, sehingga dilindungi UU. Setiap upaya menghalangi kebebasan pers dan kekerasan terhadap jurnalis harus dilawan dan pelaku perlu diberi sanksi tegas, sehingga tindakan serupa tidak terjadi lagi pada kemudian hari.

“Selama pers mahasiswa patuh pada kode etik jurnalistik dan semua karya jurnalistiknya bisa dipertanggungjawabkan, maka aktivitas jurnalis kampus sah dan bagian dari kebebasan pers,” ujarnya.

Padli menambahkan, pihak yang merasa dirugikan dengan pemberitaan bisa menempuh cara-cara yang diatur dalam UU Pers. Misalnya, menyampaikan hak jawab atau hak koreksi yang nantinya bisa dimuat pada media yang bersangkutan. Cara-cara kekerasan, apalagi di lingkungan kampus, sangat tidak dibenarkan.

“Civitas akademika Unila harus mendukung kebebasan pers yang dijamin oleh UU. Cara-cara kekerasan dan intimidasi bukanlah budaya akademik di lingkungan kampus. Sehingga, perlu ada teguran hingga sanksi terhadap mahasiswa yang melakukan tindakan tersebut,” kata dia.(*)

Baca juga Beritakan Mobil Bergambar Pasangan Capres Masuk Kampus, Jurnalis Teknokra Diintimidasi


Komentar

Komentar

Check Also

‘Voice Of Bedana’ Tampil di Festival Asia Tri Yogyakarta

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Hujan Hijau Dance Lab turut menjadi peserta yang mempertunjukkan karyanya pada Festival Asia …