“Real Campaign”, Ridho Ficardo Minta Kepala SMA/SMK Cegah Bullying


GUBERNUR Lampung M Ridho Ficardo memberi pengarahan kepada kepala SMA/SMK terkait pencegahan bully, beberapa waktu lalu. | Humas Pemprov Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Gubernur Lampung M Ridho Ficardo meminta kepala SMA/SMK mencegah bullying terhadap para murid. Pasalnya, perilaku bullying sangat berbahaya, khususnya dalam perkembangan mental anak.

Demikian pengarahan Ridho kepada kepala SMA/SMK se-Provinsi Lampung terkait pencegahan bully. Pengarahan tersebut disampaikannya di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Bandar Lampung, beberapa waktu lalu.

“Bagi saya sebagai pemimpin daerah, kasus ini seperti fenomena gunung es, yang sering terjadi. Namun, karena kesibukan, hal itu dianggap biasa saja selama tidak berlebihan dan tidak menjadi suatu masalah. Untuk itu, dengan adanya fenomena gunung es ini, saya ingin melakukan antisipasi dengan melakukan “real campaign”. Sehingga, kenakalan remaja atau kasus bullying berada di bawah kendali kita,” kata Ridho melalui keterangan tertulis yang diterima duajurai.co, Sabtu, 13/4/2019.

Dia mengatakan, pihaknya tidak ingin kasus demikian terjadi di Lampung. Sebab, hal tersebut berkaitan dengan masa depan Provinsi Lampung. Untuk itu, pemangku kepentingan perlu mengambil langkah-langkah antisipasi.

“Seorang siswa tidak hanya membutuhkan pendidikan akademik. Tetapi, juga pembentukan karakter dengan melibatkan guru, wali kelas, keluarga, dan didukung dengan kegiatan ekstrakulikuler,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Ridho mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan kepala sekolah dan guru-guru terkait penanggulangan kenakalan remaja, seperti bullying. Beberapa langkah tersebut di antaranya mengumpulkan wali murid terkait penghapusan kekerasan dan diganti dengan sistem poin, penguatan ekstrakulikuler.

“Saya berterima kasih dan mengapresiasi kepala sekolah dan guru yang telah berupaya dalam menanggulangi kenakalan remaja, seperti bullying. Bahkan, ada usulan terkait perlindungan guru ketika memberikan sanksi terhadap siswa, mekanisme cyber, dan lainnya. Saya rasa semua itu penting, terutama terkait penguatan dan perlindungan anak,” kata dia.

Untuk itu, gubernur mengimbau kepala sekolah dan para guru terus peduli terhadap pendidikan siswanya. Kemudian, mengambil langkah-langkah dan mekanisme agar kasus kenakalan remaja atau bullying dapat diminimalkan.

“Saya berharap, pertemuan kali ini mampu menghasilkan langkah-langkah tepat dalam meminimalkan kenakalan remaja, seperti bullying. Kami harus membuat tempat pengaduan, mekanisme pengaduan bullying itu seperti apa, dan penyelesaian kasusnya bagaimana,” ujarnya.

Sementara itu, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Lampung Bayana menyatakan, dalam memberikan perlindungan anak dan mengantisipasi terjadinya kekerasan terhadap anak, pihaknya terus mensosialisasikan berbagai program terkait perlindungan terhadap anak. Misal, sekolah ramah anak dan menciptakan kota layak anak, yang salah satu indikatornya adalah bebas bully.

“Sekolah harus mampu menciptakan sekolah aman dan ramah dengan membangun kelompok sekolah. Sehingga, saling melindungi satu sama lain, serta membangun karakter anak. Harapannya, kenakalan remaja seperti bully dapat berkurang,” ujar Bayana.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Usung Konsep IT, Global Surya Jadi National Plus School with Islamic Philosophy

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Global Surya Islamic School (GSIS) menggelar sarasehan bertemakan “Mewujudkan Pendidikan yang …