Survei Rakata: Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Ungguli Prabowo-Sandiaga di Lampung


DIREKTUR Eksekutif Rakata Institute Eko Kuswanto saat merilis hasil survei pilpres di Hotel Horison, Bandar Lampung, Jumat, 12/4/2019. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Hasil survei Rakata Institute menyebutkan, elektabilitas calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 unggul dari nomor urut 02. Jokowi-Ma’ruf Amin mendapatkan angka 47,61%; sedangkan elektabilitas Prabowo-Sandiaga Uno sebesar 43,03%.

“Pasangan 01 unggul meskipun secara statistika angkanya relatif dekat. Artinya, mesin parpol pendukung 01 kerjanya sangat efektif,” kata Eko Kuswanto, Direktur Eksekutif Rakata Institute, saat merilis hasil surveinya di Hotel Horison, Bandar Lampung, Jumat, 12/4/2019.

Dia mengatakan, segmen pemilih pilpres di Lampung relatif tidak berubah dengan Pilpres 2014. Secara ketokohan, kedua calon presiden sama-sama dikenal. Namun, memang basis pemilihnya tidak terlalu berubah.

Terkait sebaran pemilih, di daerah pemilihan (dapil) Lampung I, Jokowi-Ma’ruf mendapat suara 47,50%. Sedangkan Prabowo-Sandiaga memperoleh 39,80%. Sementara, jumlah swing voters sekitar 12,70%.

“Di dapil Lampung II, pasangan 01 mendapat suara 47,70%, pasangan 02 mendapat 45,90%, dengan swing voters 6,40%. Terlihat, di dapil Lampung II sangat ketat,” ujarnya.

Menurutnya, pemilih di perkotaan yang notabene terpapar media sosial membuat perubahan yang cukup cepat ketimbang pemilih di kabupaten. Namun, masalahnya porsi pemilih yang terpapar media sosial tidak sebesar pemilih yang tidak terpapar itu.

“Nah, selama mampu memaksimalkan kedua segmen itu, sebetulnya dia akan leading walaupun tipis,” kata dia.

Jika tingkat elektabilitas dihitung tanpa swing voters, maka Jokowi-Maruf mendapat 52,53%, dan Prabowo-Sandi mendapat 47,47%. Artinya, terulang lagi kondisi Pilpres 2014. Ini jika tanpa swing voters.

Rakata memprediksi tingkat partisipasi pemilih Lampung optimis pada angka 75%. Artinya , isa 25% yang tidak memilih. Namun demikian, belum tentu golongan putih (golput). Sebab, bisa saja warga tidak memilih karena terkendala administrasi dan kendala lainnya.

“Masih ada waktu, semua masih bisa berubah. Terlebih pergerakan kedua tim bergerak sangat masif,” ucap Eko.

Survei dilakukan dengan menggunakan metode pengambilan sampel secara acak terstrata (stratified random sampling). Survei pilpres dan pemilihan anggota DPD RI dilakukan pada 15 kabupaten/kota menggunakan 2.000 responden dengan tingkat kepercayaan 95% dan toleransi kesalahan (margin of error) ±2,19%. Adapun periode survei pada 1-6 April 2019, dan proses entri data dan analisis pada 7-8 April 2019.(*)

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Pilkada Metro, Andi Surya Harap KPU-Bawaslu Profesional dan Adil

METRO, duajurai.co – Bakal Calon Wali Kota Metro Andi Surya menghadiri acara peluncuran Pilkada Metro …