Rakor, Ridho Ficardo Targetkan Lampung Masuk 10 Besar PON 2020


RAKOR Persiapan Pra PON dan Porwil Sumatera di Rumah Dinas Gubernur Lampung, Rabu malam, 10/4/2019. | Tim Media M Ridho Ficardo

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Gubernur Lampung M Ridho Ficardo melakukan rapat koordinasi (rakor) persiapan Pra Pekan Olah raga Nasional (Pra-PON) XX/2019 dan Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Sumatera X/2019 bersama pengurus Komite Olahrga Nasional Indonesia (KONI) setempat. Rakor berlangsung di Rumah Dinas Gubernur Lampung, Telukbetung, Bandar Lampung, Rabu malam tadi, 10/4/2019.

“Kami menargetkan Provinsi Lampung meraih peringkat 10 besar Nasional pada PON XX,” kata Ridho melalui keterangan tertulis yang diterima duajurai.co, Kamis, 11/4/2019.

Dia mengatakan, pada 2012-2015, Provinsi Lampung meraih peringkan lima besar pada PON. Kemudian, turun peringkat delapan dan 15 pada tahun-tahun berikutnya. Karena itu, perlu pembinaan yang tepat untuk dapat meningkatkan prestasi olahraga atlet-atlet Lampung.

“Membina atlet olahraga itu tidak seperti membangun infrastruktur. Kalau membangun infrastruktur itu bila ada anggaran bisa berhasil. Tapi, membangun atlet yang berprestasi tidak seperti itu, meskipun ada anggarannya belum tentu berhasil. Jadi, memang diperlukan strategi dan program pembinaan yang tepat,” ujarnya.

Gubernur melanjutkan, beberapa waktu lalu, APBD Provinsi Lampung banyak tersandera pada program pembangunan infrastruktur jalan. Namun demikian, dengan semakin baiknya infrastruktur jalan di Lampung, maka anggaran APBD Provinsi Lampung dapat dialihkan pada program pembangunan berikutnya, yakni pembangunan sarana dan prasarana umum. Salah satunya adalah sarana olahraga untuk mendukung peningkatan prestasi atlet-atlet Lampung.

Ridho juga mengimbau agar KONI Lampung tidak hanya bertumpu pada salah satu cabang olahraga (cabor). Tapi, cabang olahraga lainnya yang memang memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

“Selama ini, kami banyak bertumpu pada cabang olahraga angkat berat atau angkat besi. Ketika cabor tersebut ada kendala, peringkat kami menurun. Oleh karena itu, saya mengimbau agar tidak bertumpu pada satu cabor saja. Namun, memang yang menjadi tantangan adalah mampukah kami dalam tempo sesingkat-singkatnya untuk tidak bersandar pada cabor angkat besi/berat saja. Tetapi, juga melakukan pembinaan yang lebih baik pada cabor-cabor yang memiliki potensi besar tanpa mengesampingkan cabor lainnya,” kata dia.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua 1 KONI Lampung Hannibal. Dia menyatakan, Lampung menempati peringkat 15 nasional dengan perolehan 11 emas, 9 perak, dan 16 perunggu pada PON 2016. Oleh karena itu, KONI Lampung mesti melakukan program pembinaan. Tujuannya, agar prestasi atlet Lampung dapat lebih meningkat pada PON 2020 di Papua.

Selain gubernur, rapat koordinasi juga dihadiri oleh Kadispora Provinsi Lampung Budi Darmawan. Hadir pula seluruh pengurus KONI Lampung beserta seluruh ketua cabang olahraga.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Saburai Cup, UKM Taekwondo Unila Boyong 3 Medali

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo Universitas Lampung (Unila) memboyong tiga medali …