Alasan Gaspool Demo Grab-DPRD Lampung


RATUSAN pengemudi ojek online berunjuk rasa di kompleks DPRD Lampung, Kamis, 11/4/2019. Dalam aksi itu, massa meminta DPRD Lampung menyusun perda tentang ojek online. | Umar Robani/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Ratusan driver yang mengatasnamakan Gabungan Admin Selter Pengemudi Ojek Online (Gaspool) berunjuk rasa di Kantor Grab Lampung, Jalan Pangeran Tirtayasa, Kecamatan Sukabumi, Bandar Lampung. Setelah itu, massa menggelar aksi serupa di kompleks Kantor DPRD Lampung.

Ketua Umum Gaspool Lampung Miftahul Huda mengatakan, demo tersebut karena tak ada respons positif dari pihak Grab terkait penerapan Permenhub 12/2019 dan Kemenhub KP 348 ihwal Tarif. Berbeda dengan Go-Jek yang langsung memberikan respons positif.

“Kami minta pihak aplikator untuk mengikuti peraturan. Kami juga minta DPRD Lampung untuk menyusun perda terkait layanan ojek online. Sehingga, tak ada tindakan sewenang-wenang yang merugikan driver,” kata dia.

Informasi di lapangan, pihak Grab kerap melakukan pemutusan mitra sepihak tanpa peringatan. Kemudian, tarif yang patok pun dianggap merugikan driver. Pihak Gaspool meminta Grab membuka suspend para driver.(*)

Baca juga Unjuk Rasa, Gaspool Minta DPRD Lampung Buat Perda Ojek Online

Laporan Umar Robani


Komentar

Komentar

Check Also

Optimalisasi PAD, BPPRD Lampung Selatan Gelar Penyuluhan Bagi Wajib Pajak

KALIANDA, duajurai.co – Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Lampung Selatan mengadakan pembinaan dan …