Demo, APM Lampung Desak Pencabutan SK Pemecatan Pengurus Suara USU


APM Lampung berunjuk rasa di kompleks Unila, Minggu, 31/3/2019. Dalam aksi tersebut, APM Lampung mendesak pencabutan SK pemecatan pengurus UKM Pers Suara USU. | APM Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Aliansi Pers Mahasiswa (APM) Lampung menggelar unjuk rasa di kompleks Universitas Lampung (Unila), Bandar Lampung, Minggu, 31/3/2019. Aksi demonstrasi tersebut terkait Suara USU, pers mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).

Berdasar rilis yang diterima duajurai.co, dalam aksi tersebut, APM mendesak pencabutan Surat Keputusan (SK) Rektor USU Runtung Sitepu ihwal pemecatan sebanyak 18 pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers Suara USU. Kemudian, mengkaji ulang sebuah keputusan dengan diskusi ilmiah secara terbuka yang dihadiri Dewan Pers dan Menkominfo. Selain itu, menjamin kebebasan berekspresi dan berpendapat di USU.

APM berpendapat, pemecatan terhadap pengurus UKM Pers Suara USU merupakan bentuk pelanggaran. Seharusnya, USU meminta pertimbangan Dewan Pers untuk mencabut status jurnalis seseorang. Sebab, Dewan Pers mengelompokkan pers mahasiswa dalam kuadran kedua. Artinya, tidak terverifikasi di Dewan Pers, namun isi beritanya memenuhi standar jurnalistik dan Kode Etik Jurnalistik (positif dan terpercaya).

APM menduga, Runtung ingin pengurus Suara USU adalah orang yang menjalankan organisasi sesuai “visi misi kampus”. Artinya, pengurus baru Suara USU harus memuat tulisan yang ingin dibaca pihak kampus. Dengan kata lain, hanya tulisan bernada positif yang akan dimuat.

“Jika hal ini dilakukan, maka peran pers sebagai kontrol sosial dan pemantau kekuasaan yang independen akan hilang. Ia tak bisa lagi disebut pers mahasiswa, melainkan humas mahasiswa. Jika hal ini terus dibiarkan, maka akan menjadi contoh buruk bahwa rektor bisa bebas mengintervensi kebebasan pers mahasiswa,” tulis APM.

Sebagaimana diberitakan, Situs suarausu.co sempat diblokir pada 20 Maret 2019. Pemblokiran setelah suarausu.comemuat cerpen “Ketika Semua Menolak Kehadiran Diriku di Dekatnya”. Pihak kampus menganggap, konten cerpen dimaksud mengandung muatan pornografi dan mempromosikan lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Tak hanya itu, Rektor USU Runtung Sitepu memberhentikan seluruh pengurus UKM Pers Suara USU.(*)

Baca juga Besok, APM Lampung Gelar Diskusi Soal Suara USU


Komentar

Komentar

Check Also

Gerebek Kampung, Dompet Dhuafa Bagikan 100 Paket Sembako di Lampung Timur

PEKALONGAN, duajurai.co – Dompet Dhuafa Lampung mengadakan Gerebek Kampung yang merupakan bagian dari program Ramadan. Dalam kegiatan …