Dr Rudy: UU Pemilu Beri Peluang Lakukan Politik Uang


PENGAJAR Fakultas Hukum Unila Dr Rudy | Akun Facebook Rudy Lukman

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pengamat hukum Universitas Lampung (Unila) Dr Rudy menyatakan, UU 7/2017 tentang Pemilu masih memberikan peluang bagi kontestan untuk melakukan politik uang. Sebab, yang bisa dipidana adalah yang melakukan politik uang pada hari pemungutan suara. Padahal, jarang sekali politik uang dilakukan saat pemungutan suara.

“Itulah lubang-lubang yang ada, sehingga pelaku money politic sulit dipidana. Jangan harap ada pelaku politik uang yang tertangkap. Karena pada hari H, tim paling hanya mengingatkan saja kepada masyarakat. Sebab, uangnya sudah dikasih sebelum hari H. Saya yakin, tidak ada yang kasih uang pada hari H,” kata Rudy kepada duajurai.co via telepon, Rabu, 27/3/2019.

Pengajar di Kobe University, Jepang, itu berpendapat, UU Pemilu dibuat agar tidak ada pelaku politik uang yang tertangkap. Produk legislasi tersebut masih belum memihak untuk pemilu yang bersih.

“Tidak memihak untuk pengungkapan politik uang. Karena memang produk legislasi ini dibuat oleh orang-orang yang ingin menguntungkan diri sendiri,” ujarnya.

Kendati demikian, Rudy menilai, UU Pemilu masih memiliki sisi baik. Menurutnya, UU Pemilu menyelamatkan masyarakat kecil yang tak tahu apa-apa, hanya menerima tapi dipidana. Berbeda dengan UU Pilkada, di dalam UU Pemilu tidak mengatur mengenai pidana bagi penerima uang.

“Sebenarnya, (UU Pilkada) sasarannya adalah para calon dan tim kampanye, tapi akhirnya yang terjadi adalah rakyat kecil yang dipenjara. Mungkin ini yang diantisipasi dalam UU Pemilu. Sehingga, tidak banyak kriminalisasi terhadap masyarakat miskin,” kata dia.(*)

Baca juga Media Gathering, Candrawansah: Caleg Bagi-bagi Uang Bisa Dipenjara 2 Tahun

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Pilkada Metro, Andi Surya Harap KPU-Bawaslu Profesional dan Adil

METRO, duajurai.co – Bakal Calon Wali Kota Metro Andi Surya menghadiri acara peluncuran Pilkada Metro …